Bukan Cuma Mobil Listrik, Wheel Loader HUDDIG TIGON G2 Juga Bawa Baterai 61 kWh
MOTORLISTRIK.COM, JAKARTA — SOBAT MOLIS….. Kalau biasanya alat berat identik dengan suara mesin diesel yang bikin kuping ikut kerja lembur, kali ini ada yang agak beda. HUDDIG, merek alat berat asal Swedia, justru membuat wheel loader hybrid 1370 TIGON G2 makin serius bermain dengan tenaga listrik.
Bukan sekadar tempel baterai lalu bilang, “Nih, hybrid!”
HUDDIG benar-benar meng-upgrade baterainya. Kapasitas baterai traksi yang sebelumnya 44 kWh kini diboyong menjadi 61 kWh. Artinya, kapasitasnya naik sekitar 40 persen.
Kalau smartphone, ini seperti yang tadinya baterainya cepat minta charger, sekarang dikasih power bank sekalian.
TIGON 1370 hybrid sendiri bukan alat yang cuma bisa angkut tanah lalu pulang. Mesin ini dirancang fleksibel untuk berbagai pekerjaan.
Selain kemampuan yang dimiliki wheel loader konvensional, HUDDIG 1370 TIGON bisa dipasangi loader mounted crane (LCC), bucket lift dengan keranjang berinsulasi, bahkan dapat dioperasikan menggunakan remote control.
Nah, yang bikin menarik adalah baterai traksinya. Dengan kapasitas yang lebih besar, mesin ini bisa beroperasi dalam mode listrik penuh untuk pekerjaan tertentu.
Dan HUDDIG tidak sedang jualan mimpi.
Perusahaan tersebut sudah memiliki 41 mesin generasi pertama yang telah beroperasi secara kolektif selama 96.306 jam. Selama periode tersebut, armada itu disebut telah menghemat sekitar 140.439 galon diesel sebelum generasi kedua diluncurkan.
Kalau dihitung-hitung, ini bukan lagi tahap “coba-coba dulu siapa tahu cocok”. Mesinnya sudah diajak kerja lembur di lapangan.
“Dengan 100.000 jam operasi aktual, kami telah memiliki fondasi yang sangat kuat untuk pekerjaan pengembangan kami,” kata Daniel Åkerström, insinyur desain di Huddig.
Menurut dia, baterai yang lebih besar memungkinkan penggunaan tenaga listrik lebih jauh.
“Baterai yang lebih besar memungkinkan penggunaan listrik lebih jauh lagi, dan oleh karena itu kami berharap dapat meningkatkan angka ini lebih jauh lagi dengan TIGON G2 HUDDIG,” ujarnya.
Untuk generasi kedua alias TIGON G2, HUDDIG tidak cuma membesarkan baterai. Sistemnya juga dibekali pengereman regeneratif.
Jadi, ketika operator mengerem, kendaraan menuruni bukit atau bahkan menurunkan boom, energi yang biasanya terbuang dapat dipulihkan menjadi energi listrik untuk baterai.
Bahasa sederhananya, alat ini berusaha mengambil kembali energi yang biasanya cuma lewat begitu saja.
Namun, jangan salah paham. Baterai naik 40 persen bukan berarti penggunaan listrik otomatis naik 40 persen.
Pasalnya, TIGON generasi pertama disebut sudah mampu bekerja menggunakan tenaga listrik murni hampir 60 persen dari waktu operasionalnya.
Artinya, peningkatan kapasitas baterai pada G2 justru berpotensi membuat durasi kerja listrik semakin panjang dan penggunaan bahan bakar semakin ditekan.
HUDDIG juga menilai kombinasi baterai yang lebih besar dengan pilihan perangkat tambahan membuat TIGON G2 semakin fleksibel.
“Kombinasi waktu operasional listrik yang lebih lama dan lebih banyak opsi pemasangan membuat Tigon G2 menjadi lebih serbaguna serta memberikan kebebasan lebih besar untuk menyesuaikan mesin dengan pekerjaan yang sedang dikerjakan,” kata Daniel Myrgren, manajer pemasaran dan penjualan di HUDDIG.
Menurutnya, powertrain listrik juga bisa menjadi keunggulan di lokasi kerja yang semakin memperhatikan emisi dan tingkat kebisingan.
“Powertrain listrik juga dapat memberikan keunggulan kompetitif yang jelas di pekerjaan di mana emisi rendah dan tingkat kebisingan rendah semakin penting,” ujarnya.
Jadi, kalau biasanya alat berat datang dengan suara “grrrr… grrrr…”, HUDDIG TIGON G2 ingin menawarkan cerita yang sedikit berbeda: tetap besar, tetap kuat, tetap bisa mengerjakan pekerjaan berat, tetapi punya kemampuan bekerja dengan tenaga listrik dan suara yang lebih rendah.
Dan kalau operator bisa kerja sambil remote control? Ya, tinggal duduk lebih jauh sambil mengendalikan monster kuning ini.
Alat beratnya tetap berat. Yang dibuat lebih ringan adalah ketergantungannya pada diesel.
(ant) (foto electrek)








