Belum Terkenal di Amerika, Motor Listrik India Ini Mau Nyalip Harley-Davidson? Gaspol ke Paman Sam
MOTORLISTRIK.COM, JAKARTA – Sobat Molis…. Belum banyak orang kenal mereknya, tetapi Ultraviolette sudah punya mimpi besar: masuk pasar Amerika Serikat pada 2027. Bukan mimpi jadi presiden, melainkan bikin motor listrik India ikut mejeng di negeri Paman Sam!
Namanya memang masih asing di telinga banyak orang. Kalau disebut Harley-Davidson, orang langsung membayangkan motor gede yang suaranya menggelegar. Kalau disebut Ultraviolette, sebagian orang mungkin malah bertanya, “Itu merek motor apa nama warna cat tembok?”
Namun, jangan buru-buru meremehkan. Perusahaan asal India ini bukan sekadar merakit motor, memasang baterai, lalu berharap viral di media sosial. Mereka serius mengembangkan teknologi sendiri, mulai dari baterai, sistem penggerak, perangkat lunak, sampai fitur keselamatan berbasis radar.
Modalnya juga bukan recehan hasil patungan beli gorengan. Ultraviolette mengumumkan pendanaan tambahan sebesar US$85 juta untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya.
Targetnya pun tidak main-main. Perusahaan berencana membangun fasilitas produksi baru di India dengan kapasitas hingga 500.000 unit sepeda motor per tahun.
Lima ratus ribu unit, Bro! Itu bukan lagi produksi ala bengkel yang kalau ramai harus tambah satu montir. Itu sudah masuk level pabrik yang harus serius memikirkan bagaimana caranya motor keluar terus tanpa bikin halaman parkir penuh.
Produknya juga bukan cuma motor buat pergi ke warung.
Ada F77, motor listrik berorientasi performa yang menjadi andalan Ultraviolette. Ada X-47 yang membawa teknologi keselamatan berbantuan radar. Ada pula Tesseract, skuter listrik dengan seabrek teknologi, serta Shockwave, motor enduro listrik yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Buat yang merasa motor listrik cuma cocok untuk antar-jemput anak sekolah atau beli seblak, Ultraviolette sepertinya ingin mengajak berpikir ulang.
Mereka juga punya F99, motor listrik berfairing penuh yang dirancang untuk menunjukkan kemampuan teknik perusahaan. Intinya, perusahaan ini ingin membuktikan bahwa motor listrik bukan cuma soal colok kabel, tunggu baterai penuh, lalu berangkat.
Tetapi, ada satu masalah besar: motor keren belum tentu langsung laku di Amerika.
Di sana sudah ada Harley-Davidson, Indian Motorcycle, Triumph, dan sederet merek lain yang punya penggemar fanatik. Sebagian orang bahkan sudah jatuh cinta pada merek motornya sebelum melihat harga atau spesifikasinya.
Membeli motor itu beda dengan membeli mi instan. Kalau mi merek baru rasanya enak, besok tinggal beli lagi. Kalau motor harganya puluhan hingga ratusan juta rupiah, orang tentu berpikir berkali-kali. Apalagi kalau mereknya belum pernah terdengar.
Calon pembeli pasti bertanya: bengkel resminya di mana? Suku cadangnya gampang dicari atau harus menunggu kiriman dari India? Kalau mogok di jalan, siapa yang menolong? Jangan sampai motornya canggih, tetapi urusan servis malah bikin pemiliknya ingin pindah planet.
Ultraviolette juga harus menghadapi aturan homologasi, regulasi kendaraan, jaringan distribusi, dan penentuan harga yang cocok untuk pasar Amerika.
Perusahaan ini sebelumnya telah memperluas jangkauan ke 20 negara Eropa. Kini, Amerika menjadi target berikutnya. Jika berhasil, Ultraviolette bukan hanya menjual motor di negara baru, tetapi juga membangun reputasi di salah satu pasar sepeda motor paling kompetitif di dunia.
Jadi, apakah motor listrik India ini bakal membuat orang Amerika melirik selain Harley-Davidson?
Kita tunggu saja. Sebab, masuk Amerika itu gampang ditulis di presentasi bisnis, tetapi membuat orang rela mengeluarkan uang untuk membeli motornya adalah urusan berbeda.
Jangan-jangan nanti bukan cuma baterainya yang panas, persaingan pasarnya juga ikut panas. Yang jelas, Ultraviolette sudah tancap gas. Tinggal dibuktikan apakah mimpi besarnya bisa melaju kencang atau justru kehabisan tenaga sebelum garis finis.
(ant) (foto Ultraviolette)







