Belum Ngebut, Honda Malah Ngerem: Strategi Mobil Listrik Direvisi, Ini Penjelasannya
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta — Di tengah hiruk-pikuk produsen otomotif dunia berlomba meluncurkan mobil listrik (EV), Honda justru menarik rem dan memutar arah. Yup, pabrikan asal Jepang ini resmi mengumumkan akan “realign” alias menyelaraskan ulang strategi elektrifikasinya. Salah satu alasannya? Pasar EV ternyata nggak sekencang yang dibayangkan sebelumnya!
Dalam rilis strategi bisnis terbarunya, Honda menyebutkan bahwa mereka kini tidak lagi menargetkan penjualan EV mencapai 30% pada tahun 2030. Angka itu kemungkinan bakal diturunkan, seiring dengan adanya perlambatan adopsi kendaraan listrik di pasar global.
Investasi EV Dipangkas, Hybrid Jadi Andalan Baru
Langkah paling nyata dari perubahan strategi ini adalah keputusan Honda untuk memangkas investasi EV dari 69 miliar dolar AS menjadi 48 miliar dolar AS. Tapi tenang, bukan berarti Honda berhenti inovasi—mereka kini akan lebih fokus ke model hybrid, atau yang mereka sebut HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Mulai tahun 2027, Honda akan meluncurkan generasi baru hybrid yang lebih efisien dan bertenaga. Teknologi hybrid yang akan dipakai mengandalkan:
- Sistem dua motor elektrik (dual-motor hybrid system)
- Penggerak all-wheel drive (AWD) untuk model-model besar
- Efisiensi termal mesin bensin mencapai lebih dari 41%
- Penggunaan baterai lithium-ion berkapasitas lebih besar
- Kemampuan berkendara elektrik murni pada kecepatan rendah-menengah
Rencananya, akan ada 13 model HEV baru yang bakal diluncurkan secara global dalam kurun waktu empat tahun.
Untuk pasar Amerika Serikat, model-model HEV besar seperti SUV dan crossover akan jadi tulang punggung, lengkap dengan sistem hybrid baru yang dikembangkan khusus untuk kendaraan berbodi besar.
EV Tetap Jalan, Honda 0 Series Siap Meluncur
Meski porsi EV dikurangi, Honda tetap akan meluncurkan lini EV andalan terbarunya: Honda 0 Series, yang dijadwalkan meluncur pada 2026. Seri ini akan menandai era baru kendaraan listrik Honda, dengan fokus pada desain futuristik, bobot lebih ringan, dan efisiensi maksimal.
Beberapa spesifikasi awal dari Honda 0 Series antara lain:
- Platform EV baru dengan aerodinamika tingkat tinggi
- Kemampuan pengisian cepat: 10% ke 80% dalam waktu kurang dari 20 menit
- Jarak tempuh (estimasi): sekitar 500–600 km per pengisian penuh
- Fitur futuristik seperti kokpit digital minimalis dan kecerdasan buatan (AI)
Kenapa Honda Putar Arah?
Menurut Honda, ada beberapa faktor yang bikin strategi EV perlu ditinjau ulang. Mulai dari perlambatan regulasi lingkungan yang tadinya jadi tulang punggung adopsi EV, sampai perubahan kebijakan dagang di berbagai negara. Situasi bisnis yang makin tidak pasti membuat Honda memilih strategi yang lebih fleksibel.
“Ketidakpastian di lingkungan bisnis makin meningkat, terutama karena perlambatan perluasan pasar EV, perubahan regulasi lingkungan, dan kebijakan perdagangan lintas negara,” ungkap Honda dalam paparan bisnisnya.
Peta Pasar: China Lebih Listrik, Amerika Lebih Hybrid
Honda juga menyadari bahwa tren EV sangat bervariasi di setiap negara. Di China, misalnya, penjualan Honda saat ini memang sangat condong ke arah mobil listrik—namun model-model ini kemungkinan besar tidak akan dijual di Amerika Utara atau Eropa dalam waktu dekat.
Sebaliknya, pasar seperti Amerika Serikat dan Jepang akan menjadi basis utama untuk peluncuran HEV generasi baru, dengan strategi yang lebih konservatif tapi stabil.
Kesimpulan: Honda Main Aman Tapi Tetap Jalan
Honda mungkin belum ingin “all in” di dunia mobil listrik, tapi mereka nggak tinggal diam. Dengan memperkuat jajaran hybrid sambil tetap mempertahankan sebagian rencana EV, Honda terlihat sedang bermain strategi jangka panjang—mengamati tren sambil tetap melaju, meski dengan kecepatan yang lebih hati-hati.
Kita lihat saja nanti, apakah keputusan ini akan membawa Honda ke garis depan atau justru tertinggal oleh kompetitor yang sudah lebih dulu tancap gas di jalur listrik!
(AnT) (NurPhoto//Getty Images)









