Magelang Lahirkan 500 Unit Kendaraan Listrik per Tahun, Isinya Nggak Main-Main: Dari Bus Segede Gaban Sampai Truk
MOTORLISTRIK.COM, Magelang – Sobat Molis…. Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Peresmian ini menandai langkah pemerintah dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.
Pabrik yang berdiri di atas lahan lebih dari 4 hektare ini dirancang sebagai fasilitas produksi terintegrasi atau end-to-end, mulai dari perakitan rangka (chassis), pembangunan kabin, pengelasan, pengecatan, pemasangan interior, hingga tahap pengujian kendaraan sebelum didistribusikan ke konsumen.
Pada tahap awal, kapasitas produksi pabrik mencapai sekitar 500 unit per tahun. Namun, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 3.000 unit kendaraan listrik per tahun, dengan fokus pada kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik.
Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk bus listrik yang dihasilkan saat ini telah melampaui 40 persen dan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 80 persen. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian industri dalam negeri.
Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung lini produksi dan melihat sejumlah kendaraan yang diproduksi, di antaranya bus listrik berukuran 12 meter, bus listrik 8 meter untuk kebutuhan transportasi perkotaan, truk listrik untuk sektor logistik, serta kendaraan industri seperti forklift listrik.
Bus listrik yang diproduksi memiliki konfigurasi high floor dan low floor, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan layanan transportasi dan aksesibilitas penumpang. Fasilitas produksi juga dilengkapi dengan sistem pengujian kendaraan, quality control, serta uji performa jalan untuk memastikan kualitas produk sebelum digunakan.
Peresmian pabrik ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, termasuk Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie dan Presiden Direktur VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie, yang memaparkan perkembangan teknologi serta rencana pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Selain aspek industri, kehadiran pabrik ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Industri kendaraan listrik tersebut membuka lapangan kerja baru dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah Magelang.
Pemerintah menilai pembangunan fasilitas ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Selain itu, pengembangan industri EV juga diharapkan dapat mendukung target kemandirian energi nasional serta menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
(AnT) (foto istimewa)






