Mobil Listrik 7-Seater Jadi Rebutan, Ceritanya Bikin Melongo
MOTOR LISTRIK. COM, Jakarta – Sobat Molis….. VinFast lagi-lagi bikin geger dunia otomotif Asia Tenggara. Merek mobil listrik kebanggaan Vietnam ini sukses mencatatkan rekor penjualan yang bikin para rival cuma bisa melirik. Sepanjang tahun 2025, VinFast mengirimkan 175.099 unit mobil listrik ke konsumen domestik. Angka ini langsung menempatkan VinFast sebagai raja otomotif Vietnam selama 15 bulan berturut-turut.
Yang bikin warganet makin heboh, mobil listrik 7-seater VinFast ternyata jadi salah satu “bintang utama” di balik lonjakan penjualan tersebut. MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang ini laris manis, bahkan disebut-sebut sebagai pilihan favorit keluarga Vietnam yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Puncak euforia terjadi pada Desember 2025. Dalam satu bulan saja, VinFast berhasil mengirimkan 27.649 unit mobil listrik ke tangan konsumen. Catatan ini langsung memecahkan rekor penjualan bulanan tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Vietnam. Tak ada satu pun merek lain, lokal maupun asing, yang pernah mencetak angka sebesar itu.
Penjualan VinFast di 2025 bahkan nyaris dua kali lipat dari rekor lama yang sebelumnya dipegang pabrikan asing. Fakta ini membuat nama VinFast makin sering berseliweran di media sosial, forum otomotif, hingga kolom pencarian Google. Banyak netizen menyebut VinFast sebagai “Tesla-nya Asia Tenggara” versi Vietnam.
Deretan model VinFast pun ikut jadi bahan perbincangan. Mulai dari VF 3 dan VF 5 yang disebut paling laku, hingga Limo Green, MPV listrik 7-seater yang baru meluncur Agustus 2025 namun langsung melejit penjualannya. Di Desember saja, Limo Green dikirim hampir 11 ribu unit, angka yang bikin banyak merek mapan ikut panas dingin.
Bukan cuma soal angka, kesuksesan VinFast juga memicu obrolan soal Vietnam sebagai pasar kendaraan listrik dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dalam waktu singkat, negara ini berubah dari pasar otomotif biasa menjadi “ladang emas” mobil listrik.
Di media sosial, narasi yang berkembang pun makin liar. Ada yang menyebut VinFast sebagai simbol kebangkitan industri otomotif lokal, ada pula yang menilai kesuksesan ini jadi sinyal kuat bahwa era mobil listrik di Asia Tenggara sudah benar-benar dimulai.
Satu hal yang pasti, sepanjang 2025, VinFast bukan sekadar jualan mobil. Mereka menjual cerita sukses, kebanggaan nasional, dan mimpi besar tentang masa depan mobil listrik—dan publik tampaknya membeli semuanya.
(AnT)






