Mobil Mirip Kokpit Pesawat? China Bilang Stop, Setir Yoke dan Pintu Elektrik Dinilai Tak Aman
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Kalau kamu merasa mobil zaman sekarang makin mirip joystick konsol game dan kokpit pesawat luar angkasa, kabar ini mungkin bikin para desainer auto tarik napas panjang.
Regulator keselamatan di Tiongkok siap mengharamkan setir model yoke—alias setir setengah lingkaran ala pesawat—mulai tahun depan. Alasannya? Bukan karena kurang estetik. Tapi karena dianggap bikin cedera lebih parah saat kecelakaan. Ironisnya, makin futuristik, makin berisiko.
Langkah ini menyusul keputusan sebelumnya dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) yang sudah lebih dulu mengumumkan pelarangan gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Jadi kalau mobil kamu terlalu minimalis sampai pintunya saja malu-malu nongol, siap-siap kembali ke mekanik konvensional.
Setir Kotak? Maaf, Ini Jalan Raya, Bukan Sirkuit F1
Draf aturan yang sudah diajukan menyasar “steering devices berbentuk tidak lazim”—alias setir kotak, U-shape, T-shape, atau desain lain yang bikin belok terasa seperti main game balap.
Padahal tren ini lagi naik daun. Beberapa merek besar siap debut desain yoke tahun ini, termasuk:
- Lexus
- Mercedes-Benz
- Peugeot
Dan tentu saja pionir kontroversinya: Tesla yang sempat memasang yoke di Model S dan Model X sejak 2021. Hasilnya? Ramai kritik karena sulit untuk manuver sederhana seperti putar balik tiga langkah. Futuristik, iya. Praktis? Diperdebatkan.
Dari Knight Rider ke Dunia Nyata
Buat generasi 80-an, desain ini mengingatkan pada serial legendaris Knight Rider. Bedanya, di layar kaca mobilnya bisa bicara dan selalu selamat. Di dunia nyata, mobil tidak bisa bernegosiasi dengan hukum fisika.
Menurut regulator, setir bulat tradisional justru memberi area bantalan lebih luas saat pengemudi terdorong ke depan dalam tabrakan. Sebaliknya, struktur terbuka pada yoke memudahkan tubuh melewati celah setir dan langsung menghantam kolom kemudi atau dashboard dalam benturan lanjutan.
Data resmi kecelakaan jalan di China bahkan menyebut lebih dari 4 dari 5 cedera pengemudi—sekitar 46 persen—berasal dari mekanisme setir itu sendiri. Jadi ini bukan sekadar debat gaya, tapi soal anatomi dan benturan.
Trauma Airbag Takata Masih Jadi Bayangan
Aturan baru ini juga memperketat standar airbag. Tidak boleh ada proyektil keras—baik logam maupun plastik—menghadap penumpang saat airbag mengembang.
Langkah ini tak lepas dari skandal airbag Takata yang memicu lebih dari 100 juta penarikan kendaraan secara global. Lebih dari 35 kematian di seluruh dunia dan ratusan luka-luka di Amerika Serikat dikaitkan dengan airbag yang justru menyemburkan serpihan logam ke tubuh penumpang.
Regulator tampaknya tak ingin inovasi desain kembali berujung petaka.
Gagang Pintu Pop-Out: Cantik, Tapi Bisa Bikin Panik
China juga akan menjadi negara pertama yang melarang penjualan mobil baru dengan gagang pintu elektronik tersembunyi—model yang rata dengan bodi dan baru muncul saat ditekan.
Desain ini dipopulerkan oleh Tesla dan diikuti banyak merek lain karena tampilannya bersih serta sedikit meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Namun laporan menunjukkan gagang tersebut bisa gagal berfungsi setelah kecelakaan atau bahkan membeku saat musim dingin. Dalam situasi darurat, estetika tidak banyak membantu.
Mulai 2027, semua mobil baru di China wajib memiliki pelepas mekanis yang bisa dioperasikan dari dalam maupun luar. Artinya, jika listrik mati total, pintu tetap harus bisa dibuka. Sederhana, tapi krusial.
Steer-by-Wire: Canggih, Tapi Kalau Error?
Sejumlah produsen yakin yoke mereka aman karena dipadukan dengan sistem steer-by-wire—teknologi kemudi tanpa sambungan mekanis langsung ke roda.
Mercedes-Benz menyatakan sistemnya memiliki arsitektur redundan, dua jalur sinyal, aktuator ganda, serta suplai daya cadangan. Bahkan dalam skenario kegagalan total, mobil diklaim tetap bisa dikendalikan lewat rear-axle steering dan intervensi rem ESP.
Secanggih apa pun, kekhawatiran tetap muncul: bagaimana jika gangguan elektronik terjadi saat kecepatan tinggi? Regulasi baru jelas ingin memastikan eksperimen desain tidak mengorbankan keselamatan.
Futuristik Boleh, Tapi Jangan Kebablasan
Jika disetujui, aturan ini berlaku mulai 1 Januari 2027 untuk model baru. Mobil yang sudah terlanjur ada di showroom akan diberi masa transisi—biasanya hingga 13 bulan—untuk mengganti setir model yoke.
Untuk saat ini, belum ada indikasi Inggris atau negara lain akan mengikuti langkah China melarang setir yoke atau gagang pintu tersembunyi.
Pesannya jelas: mobil boleh secanggih pesawat luar angkasa, tapi tetap harus memprioritaskan keselamatan manusia biasa. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan tampil seperti kendaraan masa depan—melainkan memastikan pengemudi bisa pulang tanpa drama.
(AnT) (foto peugeot)








