Prabowo Dorong Rakyat Beralih ke Kendaraan Listrik, Bensin Disiapkan Jadi Konsumsi Orang Kaya
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Presiden RI Prabowo Subianto kembali melontarkan gebrakan yang memantik perhatian publik: Indonesia didorong menuju era kendaraan listrik total. Mulai dari motor, mobil, hingga truk, semuanya diarahkan untuk beralih ke tenaga listrik.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa kendaraan berbahan bakar bensin ke depan akan menjadi opsi premium. Artinya, masyarakat tetap bisa menggunakannya, namun dengan harga mengikuti pasar global.
“Yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan pakai bensin. Bayar saja harga dunia,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat luas diarahkan menggunakan kendaraan listrik dengan efisiensi biaya yang jauh lebih rendah. Berdasarkan simulasi yang disampaikan, penggunaan motor listrik dapat menekan pengeluaran hingga sekitar 20 persen dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.
Transformasi ini juga didukung dengan rencana besar di sektor energi. Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam waktu dekat, serta penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel yang saat ini masih mencapai sekitar 13 gigawatt.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema subsidi baru untuk mempercepat konversi motor konvensional menjadi motor listrik. Nilai subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp 5 hingga Rp 6 juta per unit, lebih rendah dibanding program sebelumnya, seiring turunnya biaya teknologi.
Program ini menargetkan konversi hingga 120 juta unit motor di Indonesia sebagai bagian dari percepatan transisi menuju energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan besar dalam pola konsumsi energi nasional. Di satu sisi, kendaraan listrik menjadi pilihan utama yang lebih hemat dan efisien. Di sisi lain, penggunaan bensin akan semakin bergeser menjadi konsumsi terbatas dengan harga mengikuti mekanisme pasar global.
Pemerintah menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi besar untuk menciptakan kemandirian energi nasional sekaligus menjawab tantangan transisi energi di masa depan.
(Anton)








