Bisa Miring Saat Belok, Punya Sistem Keselamatan Canggih, Tapi Bikin Pengendara Serasa Naik Mobil Tanpa Nyetir
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Roda tiga listrik futuristik bernama Kairos kembali menarik perhatian dunia otomotif. Bukan mobil, bukan motor, bukan skuter, dan bukan juga sepeda, tetapi sebuah konsep kendaraan yang sulit dimasukkan ke kategori mana pun.
Didesain oleh Mathieu L’Hopitault, Kairos hadir dengan konsep unik: kendaraan yang bisa miring saat berbelok, namun menawarkan tingkat keselamatan seperti mobil.
Motor atau sistem keamanan berjalan?
Kairos dilengkapi teknologi bernama PRD (Perangkat Pengekangan Terprogram). Sistem ini bekerja dengan cara menahan pengendara saat terjadi benturan frontal, sebelum kemudian melepaskannya secara terkontrol jika benturan terlalu besar.
Tujuannya adalah mengurangi dampak cedera dengan mengatur energi benturan di dalam struktur kendaraan.
Stabil saat menikung, tapi tetap unik
Fitur lain disebut MLE (Mobile Lateral Elements), yaitu struktur samping yang ikut miring saat kendaraan berbelok.
Fungsinya antara lain:
- Menjaga kestabilan saat menikung
- Mencegah kendaraan terlalu miring
- Menyerap energi saat terjadi benturan
- Sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan kecil
Spesifikasi yang tidak main-main
Untuk versi produksinya, Kairos dikabarkan akan menggunakan:
- Baterai 30 kWh
- Tenaga hingga 93 hp
- Kecepatan maksimum 150 km/jam
Secara performa, kendaraan ini masuk kategori serius, bukan sekadar konsep eksperimen.
Konsep yang memicu perdebatan
Meski menawarkan teknologi keselamatan tinggi, konsep Kairos juga memunculkan pertanyaan. Dengan berbagai sistem otomatis yang mengatur stabilitas dan keselamatan, sebagian orang menilai pengalaman berkendara menjadi terlalu “diatur”.
Kendaraan ini dinilai mengurangi risiko sekaligus mengurangi unsur kendali dan sensasi berkendara yang selama ini menjadi bagian penting dari pengalaman mengendarai motor.
Kairos bisa menjadi gambaran masa depan kendaraan roda dua dan tiga yang lebih aman dan cerdas. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah kendaraan seperti ini masih bisa disebut “mengendarai”, atau justru sudah berubah menjadi pengalaman yang sepenuhnya dikendalikan sistem.
Atau dengan kata lain, kendaraan yang sangat peduli keselamatan, sampai-sampai pengendaranya hampir tidak perlu terlalu banyak berpikir lagi.
(AnT)







