Pangeran Saudi Borong Saham Lucid, Produsen Mobil Listrik AS, Padahal Uang Perusahaan Nggak Nambah, Saham Malah Terbang
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Di dunia saham, kadang logikanya memang suka libur. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Lucid Group, mendadak bikin heboh Wall Street setelah miliarder Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mengungkap kepemilikan 5% saham perusahaan. Hasilnya? Saham Lucid langsung melesat lebih dari 20% hanya dalam sehari.
Padahal, tidak ada suntikan dana baru ke kas perusahaan. Yang terjadi hanyalah pengungkapan kepemilikan saham melalui dokumen resmi Schedule 13G yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Dalam dokumen tersebut, Pangeran Alwaleed melaporkan memiliki 19.513.000 saham Class A Lucid atau tepat 5% dari total saham yang beredar. Kepemilikan itu tercatat per 23 Juli 2026 dan diumumkan ke publik pada 28 Juli.
Yang menarik, pengajuan menggunakan Schedule 13G berarti investasi tersebut bersifat pasif. Artinya, Alwaleed tidak berniat mengambil alih perusahaan, mengganti direksi, ataupun mengubah arah bisnis Lucid.
Meski begitu, pasar langsung bereaksi seolah-olah Lucid baru saja memenangkan lotre.
Lucid memang sedang berada dalam masa sulit. Dalam setahun terakhir sahamnya sempat anjlok sekitar 77%, perusahaan memangkas sekitar 18% tenaga kerja, berganti CEO, dan masih dibayangi kebutuhan pendanaan untuk mempertahankan operasionalnya. Beberapa pekan lalu bahkan sempat muncul spekulasi perusahaan bakal diprivatisasi atau mengajukan kebangkrutan, meski kabar tersebut telah dibantah manajemen.
Masuknya Pangeran Alwaleed dianggap investor sebagai sinyal bahwa masih ada tokoh besar yang percaya terhadap masa depan Lucid. Alhasil, para pemburu saham langsung menyerbu, sementara pelaku short selling beramai-ramai menutup posisinya sehingga harga saham terdorong semakin tinggi.
Yang perlu dicatat, investasi Alwaleed ini berbeda dengan Dana Investasi Publik Arab Saudi (Public Investment Fund/PIF). Selama ini PIF merupakan pemegang saham terbesar Lucid dan telah menggelontorkan miliaran dolar sejak 2018 untuk menopang pengembangan perusahaan dan pembangunan fasilitas produksi.
Dengan hadirnya Alwaleed sebagai investor pribadi, daftar pemodal besar asal Saudi di Lucid kini semakin panjang.
Namun di balik euforia tersebut, tantangan Lucid belum benar-benar hilang. Penjualan kendaraan listrik masih menjadi pekerjaan rumah, produksi perlu ditingkatkan, dan perusahaan tetap membutuhkan strategi agar bisa keluar dari tekanan industri EV yang makin kompetitif.
Jadi, kalau disimpulkan dengan bahasa anak tongkrongan: Lucid belum tentu langsung kaya raya. Tapi begitu pangeran Saudi datang bawa 5% saham, pasar langsung teriak, “Gaspol!” lalu sahamnya ikut terbang. Wall Street memang kadang lebih gampang baper daripada grup WhatsApp keluarga.
(Ant) (foto electrek)








