Electric Motion Epure Factor-e 2027 Meluncur, Motor Trial Listrik 73 Kg Ini Bisa “Loncat-Loncat” Tanpa Bensin
MOTORLISTRIK.COM, JAKARTA — Sobat Molis….. Motor trial listrik biasanya identik dengan bodi mungil, bobot ringan, dan kemampuan melibas medan yang bikin motor biasa mikir dua kali. Electric Motion (EM) kini bikin versi terbarunya makin serius lewat Epure Factor-e 2027.
Produsen asal Prancis ini membawa sejumlah perubahan besar. Baterai baru, sasis baru, ergonomi anyar, bodi lebih ramping, sampai layar TFT ikut diboyong. Yang menarik, bobotnya cuma 73 kg, tetapi motor ini diklaim mampu menghasilkan torsi hingga 1.400 Nm di gigi satu.
Tenang, angka 1.400 Nm itu bukan berarti motornya punya torsi segede truk. Angka tersebut merupakan torsi yang diukur di roda melalui transmisi, bukan langsung dari motor listrik.
Untuk performa, Epure Factor-e 2027 mampu melaju hingga 85 km/jam dengan waktu berkendara hingga 3,5 jam, serta sudah memenuhi regulasi jalan raya untuk kelas 125.
Baterai baru, cabut kurang dari semenit
Bagian yang paling banyak berubah ada di sektor baterai.
Kalau model sebelumnya menawarkan pilihan baterai 1,8 kWh dan 2,5 kWh, model 2027 kini menggunakan satu baterai tegangan tinggi berkapasitas 2,0 kWh.
Baterai tersebut dibungkus casing magnesium yang diklaim lebih ringan dan kaku serta lebih menyatu dengan rangka.
Karena menggunakan tegangan lebih tinggi, EM menyebut performa motor bisa dipertahankan lebih lama ketika kapasitas baterai mulai turun.
Yang bikin praktis, baterainya masih bisa dilepas dan diganti dalam waktu kurang dari 60 detik.
Kalau 2,0 kWh masih terasa kurang, tersedia opsi baterai kedua sehingga kapasitas total menjadi 4,0 kWh. EM juga menyediakan skema penyewaan baterai bagi konsumen yang tidak ingin membeli paket tambahan.
Sasis baru, motor makin lincah
Bukan cuma baterai yang dirombak. Sasis Epure Factor-e 2027 juga benar-benar dikembangkan untuk model terbaru.
EM mengklaim desain tersebut membuat distribusi massa lebih terpusat sehingga motor lebih cepat diajak berpindah arah, lebih stabil ketika melewati rintangan dan lebih presisi saat menentukan jalur.
Ada pula batang pengikat aluminium baru yang berfungsi meningkatkan kekakuan rangka.
Posisi berkendara ikut diperbarui. Triple clamp baru menyediakan empat pilihan posisi, sehingga pengendara bisa menyesuaikannya dengan postur dan gaya bermain masing-masing.
Bodinya juga dibuat lebih ramping menggunakan material baru yang diklaim lebih tahan lama, fleksibel dan tahan benturan.
Ada TFT, bahkan punya timer buat trial
Motor trial memang tidak membutuhkan dashboard ala mobil mewah. Tapi EM tetap memberikan sentuhan modern.
Epure Factor-e 2027 kini mendapatkan layar TFT baru yang terintegrasi dengan rangka.
Menariknya, layar ini punya Trial Mode dengan timer bagian bawaan. Jadi ketika masuk sesi tertentu, waktu yang tersisa tetap bisa dipantau tanpa harus kehilangan fokus.
Tombol daya baru juga dipasang di stang agar proses menyalakan motor lebih praktis.
Motor dan gearbox masih dipertahankan
Meski banyak bagian berubah, EM tidak mengutak-atik motor listrik utamanya.
Motor tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 18 kW, berputar sampai 14.000 rpm, dengan rasio daya terhadap bobot mencapai 3,3 kW/kg.
Motor menggunakan rotor berselongsong karbon, pendingin udara dan memiliki inersia 40 persen lebih tinggi dibandingkan unit EM sebelumnya.
Transmisi manual empat percepatan juga masih dipertahankan. Begitu pula kopling diafragma hidrolik triple-disc.
EM bahkan sudah menentukan “job desk” masing-masing gigi.
Gigi 1 untuk bagian teknis dan medan lambat.
Gigi 2 untuk medan alami yang lebih cepat.
Gigi 3 untuk perpaduan trial dan trail riding.
Gigi 4 untuk perjalanan transfer jarak lebih panjang.
Untuk model 2027, perpindahan gigi diklaim menjadi lebih cepat dan halus.
Pengendara juga mendapatkan tiga peta mesin yang dapat disesuaikan melalui aplikasi EM Connect.
Suspensi racikan mantan juara dunia
Bagian belakang masih mengandalkan shock TECH yang dikembangkan bersama Marc Colomer.
Suspensi tersebut menyediakan 24 klik pengaturan rebound dan preload antara 1 hingga 10 mm.
Pengembangan Epure sendiri tidak lepas dari dunia kompetisi. Motor ini pertama kali turun di putaran FIM Trial World Championship di Auron, Prancis, pada 2018.
Sejumlah nama seperti Christophe Bruand, Marc Colomer, Jeroni Fajardo, Gaël Chatagno dan Takumi Narita turut disebut EM sebagai bagian dari perjalanan pengembangan motor tersebut.
Pada musim 2026, Benoît Bincaz menggunakan Factor-e untuk berkompetisi melawan peserta TrialGP di Kejuaraan Dunia FIM Trial.
Electric Motion sendiri berdiri sejak 2009 dan bermarkas di Saint-Brès, Prancis. Pada November 2024, Yamaha Motor mengambil saham minoritas di EM untuk mengeksplorasi pengembangan teknologi bersama, khususnya sepeda motor listrik untuk kompetisi.
Jadi, kalau selama ini motor listrik identik dengan skuter santai atau commuter, Epure Factor-e 2027 punya misi yang berbeda: ringan, lincah, dan siap diajak jungkir-balik melewati medan ekstrem—tentu bukan berarti benar-benar disuruh jungkir balik.
(ant) (foto Epure Factor-e)








