Dihujat Netizen, Dibeli Sultan! Ferrari Luce EV Masuk China, Baru Nongol Langsung Ludes
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis…. Ada pepatah baru di dunia otomotif: semakin dihujat di internet, semakin cepat habis di dealer.
Itulah yang sedang dialami Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari yang akhirnya resmi mengaspal di pasar China.
Begitu diperkenalkan dengan harga hampir 4 juta yuan atau sekitar Rp9,5 miliar, jagat maya langsung ramai. Bukan karena suaranya menggelegar seperti Ferrari bermesin V12, melainkan karena… desainnya bikin netizen terbelah dua.
Ada yang bilang futuristis.
Ada yang bilang elegan.
Ada juga yang nyeletuk, “Ini Ferrari apa mobil konsep yang belum selesai digambar?”
Kolom komentar pun berubah menjadi arena lomba kreativitas. Meme bertebaran, editan gambar bermunculan, bahkan ada yang bercanda kalau Ferrari kali ini lebih banyak diuji oleh jempol netizen daripada pedal gas.
Lucunya, ketika media sosial masih sibuk berdebat, para miliarder di China rupanya memilih cara yang berbeda.
Mereka langsung beli.
Menurut sejumlah laporan media otomotif internasional, kuota awal sekitar 88 unit yang dialokasikan untuk China dikabarkan langsung terserap pasar. Sementara netizen masih sibuk memperbesar foto untuk mencari sudut yang dianggap “aneh”, calon pemiliknya sudah mulai memilih warna mobil.
Fenomena ini kembali membuktikan satu hal: komentar gratis memang banyak, tapi transfer miliaran rupiah jauh lebih menentukan.
Ferrari sendiri tampaknya tidak terlalu pusing dengan badai komentar tersebut. Bagi pabrikan asal Maranello itu, Luce merupakan langkah besar memasuki era elektrifikasi sekaligus membuka babak baru di pasar kendaraan listrik premium terbesar di dunia.
Yang menarik, Luce tidak hanya menawarkan tenaga lebih dari 1.000 hp dan akselerasi supercepat, tetapi juga membawa filosofi desain baru yang melibatkan tim kreatif LoveFrom, studio yang dipimpin mantan desainer Apple, Jony Ive.
Hasilnya? Sebagian orang menyebut revolusioner.
Sebagian lagi masih butuh waktu untuk berdamai dengan tampilannya.
Fenomena Ferrari Luce seolah mengulang kisah banyak produk teknologi sebelumnya. Saat pertama muncul, ramai yang mencibir. Beberapa bulan kemudian, justru antrean pembeli mengular.
Kalau dipikir-pikir, netizen memang unik.
Pagi hari bilang, “Desainnya aneh.”
Siang hari bikin meme.
Sore hari upload video review.
Malamnya cari tahu, “Kalau cicilan 30 tahun kuat nggak ya?”
Sayangnya, untuk harga hampir Rp10 miliar, sepertinya yang bisa dicicil bukan mobilnya, melainkan… mimpinya.
Satu hal yang pasti, Ferrari kembali membuktikan bahwa di kelas mobil supermewah, kontroversi belum tentu menjadi musuh. Kadang justru menjadi promosi gratis yang membuat semua orang penasaran.
Dan mungkin inilah pelajaran paling mahal minggu ini:
Netizen boleh ramai di kolom komentar, tapi para sultan tetap ramai di ruang pembayaran.
(AnT) (foto dok Ferrari)









