• HOME
  • NEWS
  • REVIEW
  • INFO
  • ABOUT US
  • LINK
    • YOUTUBE
    • TIKTOK
    • INSTAGRAM
    • FACEBOOK
  • SHOP OFFICIAL BRAND
  • SHOP
  • HOME
  • NEWS
  • REVIEW
  • INFO
  • ABOUT US
  • LINK
    • YOUTUBE
    • TIKTOK
    • INSTAGRAM
    • FACEBOOK
  • SHOP OFFICIAL BRAND
  • SHOP
Home » NEWS Top News

Subaru Tinggalkan Mesin Boxer di Eropa, Kini Bikin Mobil Listrik 510 HP yang Ngebut 0–100 Km/Jam Kurang dari 4 Detik

Anton Posted On 21/10/2026
0
23 Views


Share into

MOTORLISTRIK.COM, JAKARTA — Subaru mulai membuka babak baru! Merek otomotif asal Jepang yang terkenal dengan mesin boxer dan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD) itu kini mengembangkan mobil listrik berteknologi sendiri. Tenaganya bikin melongo, mencapai 510 horsepower (hp), dengan akselerasi 0–100 km/jam kurang dari empat detik!

Kalau biasanya mendengar Subaru, yang terbayang adalah mesin boxer yang suaranya khas, kini ceritanya mulai berubah. Mesin bensin yang selama ini menjadi identitas Subaru perlahan tersingkir dari pasar Eropa. Sebagai gantinya, mobil listrik mulai mengambil alih panggung.

Prototipe mobil listrik terbaru Subaru diperkenalkan di pusat riset perusahaan di Sano, Jepang, pada 18 Oktober. Mobil uji tersebut dibangun menggunakan platform kendaraan listrik yang dikembangkan Subaru sendiri, bukan sekadar mengambil basis mobil listrik Toyota seperti sejumlah model sebelumnya.

Tenaganya mencapai 510 hp dan disalurkan ke keempat roda. Akselerasi dari diam hingga 100 km/jam diklaim kurang dari empat detik.

Bahasa gampangnya, baru bilang, “Pegangan, Bos!” eh, mobilnya sudah hampir meninggalkan lampu merah. Tentu saja, kemampuan ini masih berdasarkan klaim untuk prototipe, bukan hasil pengujian independen.

Mesin Boxer Minggir, Mobil Listrik Mulai Ambil Alih

Perubahan besar juga terjadi di Eropa. Subaru berencana menghentikan penjualan mobil bermesin pembakaran di kawasan tersebut setelah akhir 2027.

Sejumlah model listrik Subaru di Eropa menggunakan platform yang dikembangkan bersama Toyota. Solterra berhubungan dengan Toyota bZ4X, E-Outback dengan bZ4X Touring, sedangkan Uncharted memiliki hubungan dengan Toyota C-HR+.

Subaru juga mengembangkan SUV listrik tujuh penumpang bernama Getaway bersama Toyota.

Namun, prototipe terbaru ini menjadi sinyal bahwa Subaru ingin kembali memegang kendali lebih besar atas teknologi mobil listriknya sendiri.

Jadi, bukan berarti Subaru langsung putus hubungan dengan Toyota. Kerja sama masih berjalan, tetapi Subaru ingin punya lebih banyak racikan sendiri.

Ibarat masak bareng teman, selama ini bahan dan resep banyak dibantu tetangga. Sekarang Subaru mulai membawa resep sendiri, meskipun beberapa bahan masih beli dari pemasok yang sama.

Bobot Dipangkas 100 Kg, Baterai Diklaim Lebih Ringan

Bukan cuma soal tenaga. Subaru juga mengincar bobot kendaraan yang lebih ringan.

Arsitektur baru tersebut ditargetkan mengurangi bobot sekitar 100 kilogram dibandingkan mobil listrik Subaru yang diproduksi saat ini. Pengurangan bobot penting untuk membantu efisiensi, pengendalian, dan performa kendaraan.

Baterainya menggunakan sekitar 4.000 sel silinder dari Panasonic Energy. Subaru mengklaim paket baterai itu 25 persen lebih ringan dibandingkan paket sebelumnya, sekaligus menargetkan kepadatan energi 20 persen di atas rata-rata industri.

Motor penggeraknya dipasok Aisin, perusahaan yang juga berada dalam ekosistem pemasok Toyota Group.

Sayangnya, Subaru belum mengungkap kapasitas baterai, jarak tempuh, dan kecepatan pengisian daya. Padahal, tiga hal itulah yang biasanya langsung ditanyakan calon pembeli.

Tenaga 510 hp memang bikin mata berbinar. Namun, kalau jarak tempuhnya belum jelas, calon pembeli tentu masih harus menunggu sebelum ikut-ikutan menginjak pedal gas.

Bukan Cuma Kencang, Teknologi Keselamatan Ikut Digarap

Subaru juga mengembangkan struktur keselamatan baru untuk kendaraan listrik tersebut.

Struktur di sekitar roda depan dirancang untuk membantu menyebarkan gaya benturan ketika terjadi tabrakan. Motor depan juga dirancang agar dapat berputar saat benturan untuk membantu menyerap energi, bukan mendorong energi tabrakan ke arah kabin atau baterai.

Di sisi elektronik, Subaru tengah mengembangkan unit kontrol terintegrasi yang mengatur berbagai sistem kendaraan, mulai dari bantuan pengemudi, rangka, sistem penggerak, hingga hiburan.

Sistem tersebut dikembangkan bersama AMD dan direncanakan mendukung pembaruan perangkat lunak melalui udara atau over-the-air (OTA). Teknologi ini juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan fitur kecerdasan buatan pada sistem bantuan pengemudi EyeSight.

Subaru menyatakan pendekatan pengembangan baru ini dapat memangkas waktu pengembangan kendaraan sekitar 40 persen.

Artinya, urusan mobil masa depan bukan lagi sekadar siapa paling kencang, tetapi juga siapa yang paling pintar mengatur teknologi dan menjaga keselamatan penumpangnya.

Target 600 Ribu Mobil Listrik, tetapi Kapan Dijual?

Pada 2023, Subaru menetapkan target penjualan mobil listrik berbasis baterai sebanyak 600.000 unit per tahun pada 2030. Target tersebut didukung rencana investasi elektrifikasi sebesar 1,5 triliun yen.

Namun, rencana itu kemudian ditinjau ulang. Pada November 2025, Subaru dilaporkan telah menghabiskan sekitar 300 miliar yen dan mengevaluasi sisa investasi sekitar 1,2 triliun yen. Perusahaan juga mempertimbangkan penundaan empat model listrik yang sebelumnya direncanakan meluncur pada 2028.

Prototipe terbaru ini menjadi bagian penting dari upaya Subaru membangun teknologi listriknya sendiri. Meski begitu, perusahaan belum mengumumkan nama model produksi maupun tanggal peluncurannya.

Japan Mobility Show 2027 berpotensi menjadi panggung penting untuk melihat arah pengembangan berikutnya. Namun, kehadiran model produksi dan jadwal penjualannya masih harus menunggu pengumuman resmi.

Jadi, jangan buru-buru datang ke dealer sambil membawa koper berisi uang. Mobil listrik Subaru 510 hp ini belum diumumkan sebagai produk yang siap dibeli.

Untuk sekarang, satu hal sudah jelas: Subaru sedang berusaha membuktikan bahwa meskipun mesin boxer mulai meninggalkan Eropa, karakter penggerak semua roda dan teknologi keselamatannya tetap ingin dipertahankan.

Mesinnya boleh berubah, tetapi Subaru tak mau identitasnya ikut kehilangan tenaga!

(ant) (foto subaru)


Share into



You may also like
Mobil Sekecil Ini Bikin Mobil Gede Garuk-Garuk Aspal! EZI EM05 dan EM06 Punya AI, Kamera 360, hingga Kursi Hangat
18/10/2026
Bayangin Naik Taksi Tanpa Sopir! Bukan Sulap, Bukan Prank
17/10/2026
Biasanya Bikin HP sampai Bikin Kita Panik saat Baterai Tinggal 5 Persen, Sekarang Malah Bikin Mobil Balap Futuristis
16/10/2026
Leave A Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • uwinfly-m100
  • Categories

    Silahkan Pilih Artikel
    • INFO PRODUK
      8
    • MODIFIKASI
      1
    • NEWS
      737
    • REVIEW
      10
    • Top News
      721
    • Uncategorized
      19


Stay Updated

Please enter MailChip form ID in Theme Setting
  • INDONESIA ELECTRIC VEHICLE PLATFORM
    Graha Raya Regency Jl. Sulaeman No.117A Pinang. Tangerang
    email : admin@motorlistrik.com
    HP/WA : 0811 149 349

    • Recent Posts

      • Subaru Tinggalkan Mesin Boxer di Eropa, Kini Bikin Mobil Listrik 510 HP yang Ngebut 0–100 Km/Jam Kurang dari 4 Detik
      • Kirain Motor Listriknya Bolong, Ternyata Desainnya Memang Begitu! Harganya Tembus Rp400 Juta
      • Baru Buka Gas, Tukang Parkir Belum Sempat Bilang “Maju, Bang!” Motor Listrik Ini Ngebut 114 Km/Jam, Harga Rp30 Jutaan
    • Popular Posts

      • 1
        Biasanya Bikin HP sampai Bikin Kita Panik saat Baterai Tinggal 5 Persen, Sekarang Malah Bikin Mobil Balap Futuristis
      • 2
        Bayangin Naik Taksi Tanpa Sopir! Bukan Sulap, Bukan Prank
      • 3
        Mobil Sekecil Ini Bikin Mobil Gede Garuk-Garuk Aspal! EZI EM05 dan EM06 Punya AI, Kamera 360, hingga Kursi Hangat

    © 2026 motorlistrik.com | Privacy Policy | Term Of Service
    Press enter/return to begin your search