XPeng Nggak Cuma Bikin Mobil Listrik, Sekarang Mau Bikin Sopir, Robot, Sampai “Teman Nongkrong” Berbentuk Humanoid
MOTORLISTRIK.COM, Guangzhou – Sobat Molis….. Kalau Anda pikir mobil listrik itu cuma soal baterai dan colokan, siap-siap revisi pemahaman. Pabrikan teknologi otomotif asal Tiongkok, XPeng, baru saja mengumumkan gebrakan yang bikin industri otomotif auto melirik sambil ngelus dada.
Mereka meluncurkan sistem mengemudi otonom Vision-Language-Action (VLA 2.0). Kedengarannya seperti nama jurusan kuliah filsafat futuristik, tapi ini adalah otak digital yang diklaim siap membawa mobil menuju self-driving Level 4. Artinya? Mobil bisa nyetir sendiri dalam banyak kondisi tanpa Anda harus panik pegang setir tiap lima detik.
Edukasi Dulu Biar Nggak Sok Tahu
Level 4 itu bukan sekadar cruise control canggih. Di level ini, kendaraan bisa mengemudi sendiri dalam area dan kondisi tertentu tanpa campur tangan manusia. Bukan “lepas tangan sambil bikin konten TikTok”, ya. Tetap ada batasan operasional.
XPeng mengklaim, dalam uji awal, sistem ini meningkatkan efisiensi berkendara hingga 23 persen di lalu lintas kota yang padat. Jadi bukan cuma pintar, tapi juga lebih hemat waktu dan energi. Sistemnya bisa:
- Mendeteksi kendaraan ugal-ugalan
- Menghindari lokasi kecelakaan
- Bermanuver di jalan tanah dan rute ekstrem
- Bahkan “mengalah” pada kendaraan kecil
Iya, mobilnya diajari sopan. Netizen mana yang bisa begitu?
Volkswagen Ikut Masuk
Yang bikin tambah panas, raksasa otomotif Jerman Volkswagen dikonfirmasi sebagai pelanggan dan mitra komersial pertama untuk teknologi VLA 2.0 ini.
Artinya? Ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau demo presentasi PowerPoint. Ada pemain besar yang serius ikut nimbrung.
Bukan Cuma Mobil, Sekarang Robot Juga
Belum puas bikin mobil bisa mikir, XPeng juga memperkenalkan robot humanoid bernama Iron. CEO XPeng, He Xiaopeng, tampaknya memang tidak mau hidupnya biasa-biasa saja.
Robot ini:
- Tinggi hampir 180 cm
- Berat sekitar 70 kg
- Ukuran tangan 1:1 seperti manusia
- Punya sendi harmonik super kecil
- Dibungkus “kulit fleksibel” biar gerakannya natural
Kalau dibikin jaket varsity, mungkin sudah bisa ikut nongkrong.
Targetnya? Produksi massal robot humanoid skala besar pada akhir 2026. Bahkan XPeng akan membuka SDK untuk pengembang global. Jadi nanti bukan cuma update aplikasi di ponsel, tapi mungkin update kemampuan robot Anda di rumah.
AI Fisik: Satu Otak untuk Semua
XPeng menyebut strateginya sebagai “AI Fisik”. Satu sistem kecerdasan buatan untuk menggerakkan mobil, Robotaxi, kendaraan terbang modular, sampai robot humanoid.
Konsepnya sederhana: kalau otaknya sama, adaptasinya lebih cepat. Secara teori, ini membuat inovasi bisa melompat lintas platform. Secara nyeleneh: satu otak, banyak badan. Multitalenta banget.
Update untuk Pengguna Eropa
XPeng juga tidak lupa sama pemilik mobilnya. Pembaruan XOS 5.8.7 akan diluncurkan lewat Early Access Programme di Eropa, mencakup:
- Optimalisasi Adaptive Cruise Control
- Penyempurnaan Lane Centring Control (biar setir nggak goyang-goyang kecil nggak jelas)
- Stabilitas sistem lebih baik
- Konektivitas CarPlay dan Android Auto lebih mulus
- Update OTA lebih cepat
Singkatnya: mobil makin pintar, pengemudi makin santai, tapi tetap harus waras dan waspada.
XPeng sedang bermain di tiga arena sekaligus: kendaraan listrik, otonomi penuh, dan robot humanoid. Ambisius? Jelas. Berani? Banget.
Pertanyaannya tinggal satu: siapa yang lebih cepat beradaptasi—manusianya atau mesinnya?
Kalau mobil sudah bisa sopan, mengalah, dan mikir cepat… mungkin yang perlu upgrade berikutnya memang bukan softwarenya, tapi cara kita berkendara.
(AnT) (foto xpeng)








