Mau Motor Listrik Rp20 Juta, Ini kata Arief Fadillah, Co-Founder & CTO Maka Motors
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Motor listrik digadang-gadang sebagai masa depan transportasi di Indonesia. Hemat, ramah lingkungan, dan bebas polusi. Tapi ada satu masalah besar: harganya masih mahal!
Banyak orang berharap bisa membeli motor listrik dengan harga Rp20 jutaan, tapi kenyataannya, angka itu masih jauh dari genggaman.
“Harga motor listrik masih belum bisa turun drastis karena baterai masih mahal,” ujar Arief Fadillah, Co-Founder & CTO Maka Motors.
Inilah pertanyaannya: sampai kapan motor listrik akan tetap jadi barang mewah?
Indonesia Punya Nikel, Tapi Kenapa Masih Mahal?
Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Nikel adalah bahan utama baterai listrik. Logikanya, jika Indonesia bisa mengolah nikelnya sendiri, maka harga baterai – dan otomatis harga motor listrik – seharusnya bisa jauh lebih murah.
Namun kenyataannya, industri baterai masih bergantung pada teknologi luar negeri. Rantai pasokan panjang, biaya produksi tinggi, dan ketergantungan pada impor masih menjadi penghalang.
Hilirisasi nikel bisa menjadi game-changer. Jika Indonesia berhasil mengolah nikelnya sendiri, harga baterai bisa turun drastis, dan motor listrik bisa lebih murah dari motor bensin.
Tapi pertanyaannya: kapan itu bisa terjadi?
Maka Cavalry: Motor Listrik Keren, Tapi…
Maka Motors, salah satu produsen motor listrik lokal, telah menghadirkan Maka Cavalry – motor listrik canggih dengan performa tinggi.
Dengan harga Rp35,85 juta, motor ini menawarkan spesifikasi unggulan:
- Baterai 4 kWh → Jarak tempuh 160 km dalam sekali charge
- Akselerasi 0-60 km/jam dalam 4,8 detik
- Kecepatan maksimal 105 km/jam
- Dua mode berkendara: Hi-Torque untuk tenaga maksimal dan Hi-Regen untuk hemat daya
Motor ini membuktikan bahwa kendaraan listrik buatan anak bangsa punya kualitas tinggi. Tapi sayangnya, harganya masih jauh dari jangkauan banyak orang.
“Harga baterai yang lebih murah akan membuat motor listrik lebih terjangkau dan lebih banyak digunakan masyarakat,” kata Arief.
Sekarang pertanyaannya: apa yang perlu dilakukan agar motor listrik bisa lebih murah dari motor bensin?
Kapan Motor Listrik Bisa Lebih Murah dari Motor Bensin?
Saat ini, motor bensin dengan harga Rp15-20 jutaan masih merajai jalanan Indonesia. Untuk motor listrik bisa bersaing, beberapa hal harus terjadi:
- Produksi baterai di dalam negeri agar harga lebih murah
- Dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi
- Jaringan charging station yang luas agar masyarakat lebih percaya diri beralih ke motor listrik
- Inovasi teknologi baterai agar semakin tahan lama dan terjangkau
“Kalau biaya produksi baterai turun drastis dan pemerintah terus mendukung, motor listrik bisa lebih murah dari motor bensin sebelum 2030,” ujar Arief optimis.
Namun tanpa langkah konkret, motor listrik murah akan tetap menjadi mimpi yang tak kunjung nyata.
Jadi, apakah Indonesia siap untuk revolusi kendaraan listrik? Ataukah motor listrik murah masih akan tetap menjadi harapan yang terus ditunda? (Ant)









