ALVA Gandeng KALISTA & Dash Electric, Keroyok Logistik Hijau dengan 500 Motor Listrik ALVA N3
(Kiri ke Kanan) Putu Swaditya Yudha, CMO ALVA, Robert Mulianto, COO & Co-Founder Dash Electric, Aditya Brahmana, CEO & CO Founder Dash, dan Albert Aulia Ilyas, President Director KALISTA, Melakukan Simbolis Handover 500 Unit Motor ALVA N3 ke Dash Electric Melalui KALISTA, di Depan 500 Unit ALVA N3 yang Akan Digunakan Dash Electric.
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Jakarta lagi-lagi hadirnya “pasangan baru” di dunia otomotif listrik. Kali ini, ALVA dan KALISTA resmi gandeng Dash Electric dalam proyek yang ambisius yang langsung bikin melongo: menyediakan 500 unit motor listrik ALVA N3 untuk memperkuat logistik berbasis kendaraan listrik.
Kolaborasi ini bukan sekadar soal tambah armada. Di balik layar, ketiganya sedang merajut mimpi besar membangun sistem logistik yang benar-benar “lahir dari listrik” alias EV-native. Artinya, bukan cuma ganti motor bensin ke motor listrik, tapi juga menggabungkan armada, pengemudi, hingga teknologi ke dalam satu sistem operasi yang serba terintegrasi.
Yang bikin makin menarik, KALISTA menghadirkan skema Fleet-as-a-service dengan pembiayaan sewa operasi. Dengan jurus ini, Dash Electric bisa langsung tancap gas menambah armada tanpa harus pusing mikirin investasi awal atau takut nilai kendaraan menyusut. Tinggal pakai, fokus mengembangkan bisnis, dan siap berekspansi.

CEO & Co-Founder Dash Electric, Aditya Brahmana, blak-blakan menyebut ratusan unit ALVA N3 ini bakal dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari last-mile delivery, same-day logistic, dedicated fleet untuk brand dan retailer, sampai layanan collection. Misinya jelas: membuktikan kalau logistik berbasis EV bukan cuma idealis, tapi juga bisa jalan secara komersial dan scalable.
Deretan nama besar pun ikut terseret dalam “lingkaran listrik” ini. Happy Fresh, Allo Fresh, Sayurbox, Chagee, hingga DHL disebut akan memanfaatkan armada ALVA N3 sebagai tulang punggung operasional harian mereka. Tujuannya satu: menekan emisi, sekaligus memangkas biaya operasional dibanding kendaraan konvensional.
Dari kubu ALVA, Putu Swaditya Yudha selaku Chief Marketing Officer menegaskan bahwa mereka tak mau sekadar jadi pabrikan motor listrik. ALVA juga menyodorkan solusi fleet management yang transparan, real-time, dan terintegrasi. ALVA N3 sendiri dipilih karena dinilai tangguh, jarak tempuh mumpuni, kapasitas angkut setara motor bensin, serta ditopang baterai besar dan dinamo bertenaga tinggi.
Soal infrastruktur? ALVA pede. Mereka sudah punya Boost Charging Station dengan lebih dari 170 konektor di 70 lokasi strategis, layanan purna jual di lebih dari 120 titik di 38 kota, plus customer service dan roadside assistance 24 jam.
Sementara itu, KALISTA ikut memoles kerja sama ini dengan mengintegrasikan sistem IoT miliknya ke Fleet Management System ALVA melalui K-Move Dashboard. Hasilnya, kondisi armada bisa dipantau real-time, lengkap dengan analitik penggunaan dan kontrol layanan purna jual agar SLA tetap terjaga.
President Director KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk tumbuh bersama pelaku logistik nasional dalam mendorong elektrifikasi armada, baik roda dua maupun roda empat.
Singkatnya, ini bukan sekadar kerja sama bisnis. Ini adalah “kisah cinta” tiga pemain besar yang siap mengubah wajah logistik Indonesia menjadi lebih hijau, modern, dan tentunya… bikin ngebut ke arah masa depan.
(AnT)









