Motor Listrik Rp15,3 Juta Resmi Rilis di Bandung, QT & QT Pro Bawa Konsep “Indonesia Bergerak” dan Percepat Elektrifikasi Roda Dua di Jawa Barat
MOTORLISTRIK.COM, Bandung – Sobat Molis….. Bandung mendadak makin “ngegas”, tapi tanpa asap. PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) resmi mengguncang Kota Kembang lewat peluncuran Indomobil eMotor QT dan QT Pro di Hutanika Resto. Bukan sekadar launching biasa, ini deklarasi bahwa era “isi bensin sambil ngeluh harga naik” perlahan mulai ditinggalkan.
Setelah sebelumnya tampil di panggung nasional dalam ajang Indonesia International Motor Show 2025 pada 5 Februari 2026, kini QT dan QT Pro turun langsung menyapa warga Bandung. Konsepnya? “Indonesia Bergerak.” Bukan cuma bergerak pindah tongkrongan, tapi bergerak menuju masa depan tanpa knalpot berisik.
CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, dengan penuh optimisme menyatakan Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal kreatif, dinamis, dan selalu cepat menyambut tren baru.
“Kami optimis QT dan QT Pro bisa menjadi pilihan pertama masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung, yang menginginkan motor listrik yang efisien tanpa mengorbankan gaya,” ujar Pius.
Kalimat “tanpa mengorbankan gaya” ini penting. Karena jujur saja, siapa bilang motor listrik harus tampil kalem? QT dan QT Pro justru datang dengan desain futuristik yang siap bikin orang nengok dua kali di lampu merah.
Dukungan Pemda: Bukan Sekadar Gimik
Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa mobilitas rendah emisi bukan lagi wacana seminar.
“Transformasi menuju mobilitas rendah emisi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan lingkungan, efisiensi energi, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tegasnya.
Artinya? Motor listrik bukan cuma buat gaya hidup, tapi sudah jadi kebutuhan zaman. Apalagi Jawa Barat dikenal sebagai wilayah dengan mobilitas tinggi dan populasi roda dua yang masif. Kalau bukan sekarang mulai beralih, mau tunggu kapan—BBM jadi barang museum?
Fitur Canggih: Bukan Motor Kaleng-Kaleng
QT dan QT Pro tidak datang dengan modal “listrik doang”. Fitur-fiturnya bikin motor konvensional mulai berkeringat:
- Traction Control System (TCS) supaya roda tetap anteng, bukan joget sendiri.
- Keyless & NFC Key, jadi nggak perlu ribet cari kunci di tas.
- Push Assist Mode & Reverse Mode, parkir di gang sempit? Santai.
- Anti-Theft Alarm, maling pun mikir dua kali.
- Adjustable Suspension 5 level, karena jalan Indonesia itu penuh kejutan.
- Sertifikasi IP67, tahan air dan debu—bukan motor manja.
Khusus QT Pro, ada Hill Start Assist biar nggak mundur pas di tanjakan dan Regenerative Braking yang bisa bantu isi ulang daya saat deselerasi. Jadi bukan cuma jalan, tapi sambil “nabung listrik”.
Dari sisi tampilan, identitas LED-nya mencolok: stunning starburst crystal LED untuk lampu sein, infinite skyline LED sebagai DRL, hingga futuristic rear brake lamp di belakang. Panelnya sudah Smart LED Display. Bagasinya? 27 liter. Helm masuk, jas hujan masuk, mungkin ego mantan juga bisa ikut terkubur di sana.
Harga Bikin Dompet Nggak Drama
Ini bagian yang bikin banyak orang terdiam sejenak.
Untuk Bandung dan sekitarnya, QT dibanderol Rp15.350.000 OTR. QT Pro Rp19.150.000 OTR.
Di tengah harga motor yang makin naik dan BBM yang suka bikin jantung deg-degan, angka ini jelas menggoda. Motor listrik dengan fitur premium, desain futuristik, dan harga belasan juta? Rasanya seperti diskon besar-besaran yang tidak perlu rebutan.
Pilihan warna pun tak kalah heboh. QT hadir dengan enam warna solid seperti Jet Black, Citrine Yellow, Ruby Red, Moonstone Grey, Topaz Blue, dan Rose Quartz. Sementara QT Pro tampil lebih berani lewat kombinasi dual-tone seperti Magma Black, Tourmaline Yellow, Jasper Silver, Sapphire Cream, Marble Beige, dan Onyx Grey. Tinggal pilih sesuai kepribadian—mau kalem, sporty, atau “lihat gue banget”.
Dengan peluncuran ini, Indomobil eMotor seolah mengirim pesan jelas: motor listrik bukan lagi masa depan jauh, tapi sudah parkir di depan rumah.
Bandung sudah bergerak. Pertanyaannya tinggal satu: masih mau nunggu SPBU antre panjang, atau mulai colok listrik di rumah sendiri?
(AnT) (foto dok IEI)









