Lancia Bangkit dari Tidur Panjang di Eropa, Bukan Sekadar Ganti Logo atau Facelift Tipis, Kini Ypsilon Resmi Lahir Kembali sebagai Mobil Listrik Murni Siap Tatap Era Baru Elektrifikasi
MOTORLISTRIK.COM, Turin – Sobat Molis…. Setelah sekian lama dianggap “hidup segan mati tak mau” di pasar Eropa, Lancia akhirnya benar-benar kembali. Bukan cuma ganti logo atau facelift tipis-tipis, tapi langsung banting setir ke era listrik. Model terbaru Lancia Ypsilon kini resmi hadir sebagai mobil listrik murni.
Ypsilon generasi terbaru tampil sebagai hatchback kompak sepanjang sekitar 4,08 meter yang dirancang untuk perkotaan. Desainnya memadukan gaya retro khas Lancia dengan pendekatan modern. Lampu depan LED membentuk identitas huruf “Y”, grille depan bersih dengan tulisan LANCIA menyala, serta lampu belakang LED berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari mobil reli legendaris merek ini. Nostalgia ada, tapi tidak terjebak masa lalu.
Soal performa, ini bukan mobil listrik yang cuma modal gaya. Ypsilon dibekali motor listrik 115 kW atau 156 hp dengan torsi sekitar 260 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim di kisaran 8 detik lebih sedikit, cukup untuk ukuran city car. Kecepatan puncaknya sekitar 150 km/jam.
Baterainya berkapasitas sekitar 51 kWh dengan jarak tempuh hingga 403 km berdasarkan standar WLTP. Untuk penggunaan dalam kota hingga perjalanan antar kota jarak menengah, angka ini tergolong kompetitif di segmennya. Pengisian cepat memungkinkan baterai terisi dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 24 menit. Dalam 10 menit pengisian, mobil bisa menambah jarak tempuh sekitar 100 km.
Masuk ke interior, suasananya jauh dari kata minimalis murahan. Dua layar 10,25 inci menjadi pusat kendali, lengkap dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel. Tersedia pula wireless charger, ambient lighting, serta sistem bantuan berkendara Level 2 seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist. Untuk city car, fitur yang ditawarkan sudah masuk kategori lengkap.
Peluncuran Ypsilon listrik ini menjadi langkah awal transformasi Lancia di bawah grup Stellantis. Mulai 2026, Lancia menargetkan hanya meluncurkan model full electric. Artinya, ini bukan proyek coba-coba atau sekadar mengikuti tren. Bahkan varian performa HF dengan tenaga lebih besar juga sudah diumumkan untuk menyusul.
Di tengah pasar mobil listrik kecil Eropa yang makin padat, Ypsilon datang membawa kombinasi desain Italia, teknologi modern, dan positioning premium. Pertanyaannya tinggal satu: apakah pasar siap menerima kebangkitan Lancia, atau masih menganggapnya sekadar nostalgia yang terlambat datang.
(AnT)









