• HOME
  • NEWS
  • REVIEW
  • INFO
  • ABOUT US
  • LINK
    • YOUTUBE
    • TIKTOK
    • INSTAGRAM
    • FACEBOOK
  • SHOP OFFICIAL BRAND
  • SHOP
  • HOME
  • NEWS
  • REVIEW
  • INFO
  • ABOUT US
  • LINK
    • YOUTUBE
    • TIKTOK
    • INSTAGRAM
    • FACEBOOK
  • SHOP OFFICIAL BRAND
  • SHOP
Home » NEWS Top News

Skuter Listrik Sudah Nongkrong di Mana-Mana, Motor Listrik Masih Mikir: Kurang Cas, Kurang Nekat, atau Kurang Cuan?

Anton Posted On 02/03/2026
0
186 Views


Share into

MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Ledakan kendaraan roda dua listrik di India tak bisa dipungkiri. Jalanan kota-kota besar kini dipenuhi skuter listrik dari pemain baru hingga raksasa otomotif lama. Namun di tengah euforia itu, satu pertanyaan menggelitik: mengapa sepeda motor listrik masih seperti “anak tiri” dalam revolusi ini?

Nama-nama seperti Ola Electric dan Ather Energy sukses mencuri perhatian lewat lini skuter mereka. Para pemain mapan seperti Hero MotoCorp, TVS Motor Company, Bajaj Auto, hingga pun tak mau ketinggalan. Hampir semuanya punya skuter listrik andalan.

Tapi saat bicara sepeda motor listrik? Pasarnya masih tipis.

Ekspektasi Tinggi, Tantangan Lebih Ganas

Berbeda dengan skuter yang identik dengan perjalanan kota, sepeda motor di India adalah simbol tenaga dan kebebasan. Pembeli menginginkan akselerasi galak, kecepatan tinggi, dan kemampuan melibas jalan raya jarak jauh.

Di sinilah masalahnya.

Startup performa seperti Ultraviolette Automotive berani bermain di level atas lewat model seperti F77 dan X47. Namun, membangun sepeda motor listrik performa tinggi bukan perkara mudah. CTO mereka, Niraj Rajmohan, mengakui bahwa merancang baterai 30kW–50kW dalam bodi ramping sepeda motor adalah tantangan teknik yang “sangat sulit”.

Skuter punya keunggulan sederhana: ruang. Kompartemen bawah jok dan lantai datar membuat integrasi baterai relatif mudah. Sepeda motor? Semua harus masuk dalam rangka tradisional yang sempit dan presisi.

Tak heran, Ultraviolette butuh hampir delapan tahun mengembangkan platform baterai sebelum benar-benar siap meluncur.

Soal Uang, Skuter Lebih Masuk Akal

Di pasar yang sangat sensitif harga seperti India, skuter listrik menawarkan logika ekonomi yang kuat. Mereka menggantikan skuter bensin untuk perjalanan harian. Pengguna mengejar penghematan bahan bakar, biaya operasional rendah, dan kemudahan pengisian daya di rumah.

Sepeda motor berbeda cerita. Untuk menandingi performa motor bensin 150cc–300cc, versi listrik butuh baterai lebih besar dan motor lebih bertenaga. Itu berarti biaya melonjak drastis.

Baterai adalah komponen termahal dalam EV. Semakin tinggi kepadatan energi dan sistem pendinginan yang dibutuhkan, semakin mahal harganya. Akibatnya, banyak sepeda motor listrik terjebak di dua kutub: terlalu mahal untuk mass market, atau terlalu kompromistis dalam jarak tempuh dan performa.

Kecemasan Jarak Tempuh & Bobot

Skuter dengan jarak 100–150 km sudah dianggap cukup karena fungsinya sebagai kendaraan kota. Tapi sepeda motor sering dipakai untuk perjalanan lebih jauh, bahkan touring.

Untuk memenuhi ekspektasi itu, baterai harus lebih besar. Dan baterai besar berarti bobot bertambah. Bobot ekstra ini memengaruhi handling, sesuatu yang sangat krusial dalam pengalaman berkendara sepeda motor.

Strategi Hati-Hati Para Raksasa

Pabrikan lama tampaknya memilih strategi bertahap. Mulai dari skuter, belajar tentang ekosistem EV, menstabilkan rantai pasok, menekan biaya baterai, lalu perlahan masuk ke segmen motor.

Langkah Royal Enfield lewat sub-merek listrik Flying Flea menjadi sinyal bahwa era motor listrik tetap akan datang. Tapi pendekatannya jelas penuh perhitungan.

Skuter: Buah Paling Rendah

Pada akhirnya, skuter adalah “low hanging fruit” revolusi listrik India. Praktis, familier, ramah keluarga, dan cocok dengan pola lalu lintas kota yang stop-go.

Sepeda motor listrik bukan tidak ada masa depan. Mereka hanya menuntut lebih banyak—lebih banyak teknologi, lebih banyak investasi, dan lebih banyak kompromi yang harus diselesaikan.

Revolusi itu sedang berlangsung. Hanya saja, untuk sepeda motor listrik, jalannya memang lebih menanjak dibanding skuter.

(Anton) (foto ilustrasi)


Share into



You may also like
Heboh! Mobil Listrik China Ini Bisa “Jongkok-Salto” Sendiri Saat Ban Bocor, Netizen: Dongkrak Pensiun, Tukang Tambal Ban Mulai Resah
17/05/2026
Bisa Miring Saat Belok, Punya Sistem Keselamatan Canggih, Tapi Bikin Pengendara Serasa Naik Mobil Tanpa Nyetir
30/04/2026
Motor Rasa HP, Ada Google Maps, Bisa Update Sendiri
29/04/2026
Vision Gran Turismo Nongol, Hypercar Listrik Berotak AI yang Bikin Merek Otomotif Senior Garuk-Garuk Kepala
Read Next

Vision Gran Turismo Nongol, Hypercar Listrik Berotak AI yang Bikin Merek Otomotif Senior Garuk-Garuk Kepala

Leave A Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • uwinfly-m100
  • Categories

    Silahkan Pilih Artikel
    • INFO PRODUK
      8
    • MODIFIKASI
      1
    • NEWS
      603
    • REVIEW
      10
    • Top News
      588
    • Uncategorized
      17


Stay Updated

Please enter MailChip form ID in Theme Setting
  • INDONESIA ELECTRIC VEHICLE PLATFORM
    Jl. Ciledug Raya No.2. Jakarta Selatan.
    email : admin@motorlistrik.com
    HP/WA : 0812 13071989

    • Recent Posts

      • Baru Juga Datang, Sudah Bikin Honda BeAT Deg-Degan!” VinFast EVO Rp17 Jutaan Ramai Diburu Warganet
      • Heboh di Auto Show China! NIO ET9 Tampil “Menari” Ikuti Alunan Biola Pakai Teknologi Suspensi Canggih, Bisa Goyang Sinkron dengan Beat Musik
      • Heboh! Mobil Listrik China Ini Bisa “Jongkok-Salto” Sendiri Saat Ban Bocor, Netizen: Dongkrak Pensiun, Tukang Tambal Ban Mulai Resah
    • Popular Posts

      • 1
        Baru Juga Datang, Sudah Bikin Honda BeAT Deg-Degan!” VinFast EVO Rp17 Jutaan Ramai Diburu Warganet

    © 2026 motorlistrik.com | Privacy Policy | Term Of Service
    Press enter/return to begin your search