Pikap Listrik yang Bisa Narik Beban, Ngecas Laptop, Sampai Bikin Kopi
SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kalau selama ini pikap identik dengan suara mesin diesel yang menggelegar, BYD datang membawa cerita baru. Pabrikan asal China itu resmi meluncurkan BYD Shark, pikap plug-in hybrid (PHEV) pertamanya di Inggris dan Eropa. Bukan cuma tampil sangar, mobil ini juga punya kemampuan yang bikin banyak orang melirik.
Dengan harga mulai 47.290 poundsterling atau sekitar US$63.000, BYD Shark hadir membawa teknologi Super Hybrid DMO yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc turbo dengan dua motor listrik. Hasilnya? Tenaga gabungan mencapai 430 hp dan torsi 650 Nm.
BYD bahkan mengklaim performa Shark mampu menyaingi mobil sport. Akselerasi dari 0-100 km/jam hanya 5,7 detik. Jadi, jangan heran kalau nanti ada pikap yang melesat saat lampu hijau menyala. Bentuknya memang mobil pekerja, tapi larinya bikin mobil sport ikut melirik.
Yang membuat Shark semakin menarik adalah kemampuan berkendara listrik murninya. Berkat Blade Battery berkapasitas 32,2 kWh, pikap ini mampu melaju hingga 90 kilometer (55,9 mil) tanpa menyalakan mesin bensin.
Angka tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibanding Ford Ranger PHEV, yang hanya menawarkan jarak tempuh listrik sekitar 43 kilometer.
Kalau baterai dan tangki bahan bakar diisi penuh, BYD mengklaim Shark mampu menempuh perjalanan hingga 674 kilometer (419 mil). Artinya, perjalanan jauh tak lagi membuat pengemudi terlalu sering mampir ke SPBU.
Soal pengisian daya juga tidak kalah praktis. Shark sudah mendukung DC Fast Charging 55 kW, sehingga baterai dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 21 menit.
Sebagai kendaraan serbaguna, Shark dibekali sistem penggerak semua roda (AWD) dengan empat mode berkendara, yakni Sand, Mud, Snow, dan Gravel. Mau melintasi jalan berlumpur, berpasir, atau berbatu, tinggal pilih mode yang sesuai.
Kemampuan angkutnya juga tidak main-main. Pikap ini mampu menarik beban hingga 2.500 kilogram dengan daya angkut mencapai 790 kilogram, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan pekerjaan maupun aktivitas luar ruang.
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. BYD membekali Shark dengan panel instrumen digital 10,25 inci, layar infotainment 15,6 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, serta Head-Up Display (HUD) yang menampilkan informasi penting langsung di kaca depan.
Yang paling unik, Shark juga memiliki fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 6,6 kW. Artinya, mobil ini bukan cuma bisa mengantar pemilik ke lokasi kerja, tetapi juga bisa menjadi sumber listrik berjalan. Laptop bisa dicas, bor listrik bisa dinyalakan, bahkan mesin kopi pun bisa ikut hidup.
Kalau biasanya orang bertanya, “Pikap ini kuat angkut berapa ton?” mungkin nanti pertanyaannya berubah menjadi, “Ngopi pakai listrik dari mobil, ya?”
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan pasar pikap plug-in hybrid terus berkembang pesat. Menurutnya, Shark dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang mengutamakan tenaga listrik, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh melalui teknologi Super Hybrid DMO.
Saat ini BYD telah membuka pemesanan Shark di Inggris, dengan pengiriman kepada konsumen dijadwalkan mulai akhir 2026. Sebelumnya, model ini lebih dulu dipasarkan di Meksiko, Brasil, Australia, Chile, Peru, dan sejumlah negara lainnya.
Dengan hadirnya Shark, persaingan di segmen pikap modern dipastikan semakin seru. Kini, kendaraan bak terbuka bukan hanya soal kuat mengangkut barang, tetapi juga soal teknologi, efisiensi, dan kenyamanan. Bisa jadi, ke depan bukan lagi suara knalpot yang paling menarik perhatian, melainkan bunyi mesin kopi yang menyala dari belakang pikap.
(Ant) (fot dok /electrek)








