Bongkar Pabrik Rahasia Hyundai! Mobil Listrik Ioniq 5 Ternyata Dirakit di Sini
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Siapa sangka, mobil listrik canggih Ioniq 5 yang selama ini wara-wiri di jalanan Indonesia ternyata dirakit langsung di dalam negeri. Ya, Hyundai bukan cuma jualan gaya, tapi benar-benar membangun dari hulu ke hilir. Dari bahan baku baterai sampai mobil siap jalan, semua diproses di pabrik mereka sendiri.
Redaksi iNews.id dapat akses eksklusif ke balik layar tiga pabrik besar Hyundai di Indonesia: HLI Green Power, Hyundai Energy Indonesia (HEI), dan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Hasilnya? Proses produksi mobil listrik yang presisi, efisien, dan tidak main-main.
Produksi Baterai: Jangan Kaget, Bisa 120 Ribu Sel Sehari!
Kunjungan pertama ke HLI Green Power langsung bikin mata melotot. Di sinilah “jantung” mobil listrik dibuat, yakni baterai lithium-ion dengan bahan NMCA (nikel, mangan, kobalt, aluminium). Kapasitas produksinya? Fantastis—bisa tembus 120.000 sel per hari dan 32 juta sel per tahun.
Bukan cuma untuk pasar lokal, 98 persen produksinya malah dikirim ke India dan Korea Selatan. Tapi tenang, Indonesia tetap kebagian peran strategis sebagai pusat manufaktur.
“Hyundai telah dikenal dengan lini EV yang menawarkan kualitas premium, teknologi tinggi, dan performa mumpuni. Ini tak lepas dari komitmen kami dalam menjamin kegiatan produksi yang presisi dan inovatif.”
— Bong Kyu Lee, President Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia
Merakit Baterai Kilat: 30 Menit dari Lempengan Jadi Paket Siap Pakai
Selanjutnya, tim menuju ke Hyundai Energy Indonesia (HEI). Di sinilah baterai dari HLI dirakit dalam dua proses penting: Battery Module Assembly (BMA) dan Battery System Assembly (BSA). Waktu yang dibutuhkan? Hanya 30 menit untuk membuat satu sistem baterai utuh siap tempur.
Proses ini jadi game-changer dalam kecepatan dan efisiensi produksi mobil listrik Hyundai di Indonesia. Ini bukan perakitan ala kadarnya—ini lini produksi skala global.
HMMI: Pabrik Canggih Tempat Lahirnya Ioniq 5, Stargazer, hingga Kona Electric
Terakhir, redaksi menyambangi markas utama: Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang. Di sinilah lima model Hyundai dirakit, termasuk bintang elektrifikasi mereka: Ioniq 5 dan Kona Electric.
Uniknya, mobil listrik dan mobil bensin dirakit di jalur produksi yang sama, hanya dibedakan di satu titik penting untuk pemasangan baterai. Canggihnya lagi, semua standar produksi sudah internasional.
Dan yang bikin beda, HMMI punya proving ground sendiri. Artinya, semua mobil yang keluar dari jalur perakitan langsung dites di lintasan yang disesuaikan dengan kondisi jalan dan cuaca Indonesia. Jadi, bukan cuma lulus secara teknis, tapi juga cocok untuk “jalan rusak” khas Nusantara.
Bukan Cuma Jualan, Hyundai Bangun Ekosistem EV Indonesia dari Nol
Langkah Hyundai ini bukan pencitraan. Mereka benar-benar menanam investasi besar, membangun pabrik dari awal, dan memastikan Indonesia tak cuma jadi pasar, tapi juga jadi pusat produksi kendaraan listrik dunia.
Dengan seluruh rantai produksi ada di sini—dari sel baterai, sistem baterai, hingga mobil utuh—Hyundai membuktikan bahwa masa depan mobil listrik Indonesia sudah dimulai sekarang. Dan mereka ada di barisan depan.
Kalau kamu masih mikir mobil listrik itu cuma tren, Hyundai sudah selangkah lebih maju. Mereka nggak nunggu masa depan datang—mereka yang bikin masa depan itu sendiri.
(AnT)









