Bukan Miliaran, Bukan Saham, Bukan Jabatan… Gugatan Esemka Cuma Minta Satu: Mobil Beneran yang Bisa Jalan dan Harganya Rp110 Juta
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Percaya atau nggak, drama mobil Esemka yang sempat disebut-sebut bakal jadi mobil rakyat Indonesia, sekarang lagi digugat. Iya, DIGUGAT. Tapi lucunya, gugatan ini nggak minta duit miliaran, nggak mau kompensasi saham, nggak juga minta jadi komisaris—penggugatnya cuma pengin satu hal simpel: mobil Esemka yang beneran ada, bisa jalan, dan harganya Rp110 juta. Udah.
Kasus ini udah masuk babak mediasi kedua di Pengadilan Negeri Solo dengan nomor perkara 96/Pdt.G/2025/PN Slo. Yang digugat? Bukan orang sembarangan:
- Presiden ke-7 RI Joko Widodo,
- Wakil Presiden Ma’ruf Amin,
- dan PT Solo Manufaktur Kreasi alias Esemka sendiri.
Penggugatnya, Aufaa Luqmana Re A, dengan santai tapi meyakinkan bilang: kalau Esemka bisa hadirkan mobil barunya tahun 2025, legal, bisa dikendarai di jalan, dan dijual seharga Rp110 juta, maka… drama ini berakhir. Gitu doang.
“Jika tergugat 3 dapat menyediakan mobil Esemka tahun 2025 dengan harga Rp110 juta, layak jalan, izin dan sebagainya. Jika mereka dapat menyediakan, selesai,” kata Aufaa saat ditemui di PN Solo, Kamis (15/5/2025).
Yup, nggak perlu saling ngotot, nggak perlu debat kusir di medsos. Tinggal datengin truk pengangkut, turunin mobil, kasih brosur harga, dan semua senang.
Lebih lanjut, kuasa hukumnya, Arif Sahudi, juga menjelaskan bahwa kliennya bukan lagi cari sensasi. Mereka cuma pengin mobil murah seperti visi awal Esemka dulu yang katanya mobil nasional, harga terjangkau, dan cocok buat rakyat.
“Sekali lagi kami beli, bukan minta. Kalau nanti ada deal, ada mobil, kami beli,” tegas Arif.
“Kalau yang disediakan malah model lama, ya harganya kami nilai Rp50 juta saja,” sambungnya santai tapi pedas.
Intinya? Mereka bukan cari ribut. Kalau Esemka bisa buktikan janjinya dulu soal mobil murah, maka masalah langsung kelar. Win-win. Nggak ribet.
Dari pihak Esemka sendiri, responnya masih agak kalem. Kuasa hukum Esemka, Arfian Indriyanto, menyampaikan bahwa mereka akan berdiskusi dulu secara internal sebelum kasih tanggapan resmi.
“Kami akan menanggapi minggu depan. Sebelumnya kami akan konsultasi dengan klien kami apakah akan menanggapi lebih lanjut atau akan kami sampaikan secara tertulis,” ujar Arfian.
Sekarang tinggal satu hal yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat +62 yang pernah percaya pada mimpi mobil nasional: Mana mobilnya, Mas?
Kalau beneran ada dan sesuai spek yang diminta, perkara langsung selesai. Tapi kalau cuma janji manis lagi, ya siap-siap episode selanjutnya.
Stay tuned, gengs. Minggu depan bisa jadi momen paling menentukan dalam sejarah mobil yang katanya bikin Indonesia bangga ini. Atau… ya kita move on aja ke mobil listrik impor?
(AnT)(foto: asemka)








