“Hidup-Mati” Rivian: Produsen Mobil Listrik Mulai Bangun Pabrik Rp78 Triliun di Georgia
MOTORLISTRIK.COM, Georgia, AS – Di tengah melambatnya pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat, Rivian Automotive tetap melangkah berani. Produsen mobil listrik asal California itu resmi memulai pembangunan pabrik baru senilai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp78 triliun) di Georgia, meski proyek ini sempat tertunda cukup lama.
Pabrik ini dipandang sebagai langkah “hidup-mati” bagi Rivian untuk bisa masuk ke pasar massal dan menuju profitabilitas.
Tantangan Besar di Pasar EV
Keputusan Rivian ini datang di saat yang dianggap kurang ideal. Presiden Donald Trump berhasil meloloskan kebijakan penghapusan insentif pajak kendaraan listrik, sehingga mulai 30 September 2025 pembeli tidak lagi mendapat potongan hingga 7.500 dolar per unit.
Namun Rivian bersikeras tetap optimistis. Chief Policy Officer Rivian, Alan Hoffman, menegaskan bahwa perusahaannya tidak berdiri hanya karena insentif pajak.
“Kami tidak membangun perusahaan ini berdasarkan insentif pajak federal. Kami akan buktikan bahwa Rivian bisa sukses karena produk kami unggul,” kata Hoffman.
Pabrik Georgia: Kunci Skala Produksi
Diumumkan sejak 2021, pabrik Georgia diproyeksikan mampu memproduksi 200.000 kendaraan per tahun pada 2028, dan akan ditambah kapasitas 200.000 unit lagi pada fase kedua. Kapasitas masif ini penting untuk menekan biaya produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Saat ini, Rivian baru memproduksi pickup listrik R1T dan SUV R1S di Illinois dengan harga mulai dari 71.000 dolar. Tahun depan, pabrik Illinois akan mulai merakit SUV R2 dengan harga lebih terjangkau, yakni 45.000 dolar.
Menurut analis otomotif Alex Oyler, Rivian sudah masuk masa krusial.
“Kunci profitabilitas ada di skala produksi. Tesla sudah membuktikan hal itu. Rivian butuh pabrik Georgia agar R2 dan R3 bisa diproduksi massal,” ujarnya.
Pasar EV yang Melambat
Data Cox Automotive mencatat, pertumbuhan penjualan EV di AS hanya naik 1,5% pada semester pertama 2025. Tesla masih mendominasi dengan hampir 45% pangsa pasar, disusul General Motors dengan 13%. Rivian berada di posisi ketiga startup EV dengan pangsa 3%.
Meski begitu, saham Rivian masih tertekan. Setelah IPO 2021, nilainya anjlok lebih dari 80%. Perusahaan pun mencatat kerugian 1,66 miliar dolar pada paruh pertama 2025.
Situasi ini makin berat karena beberapa pesaing menunda proyek EV. Ford menunda pabrik di Tennessee, GM membatalkan produksi EV di Detroit, dan Stellantis bahkan menghentikan program Ram listrik.
Insentif Jumbo dari Georgia
Pemerintah negara bagian Georgia menawarkan paket insentif senilai 1,5 miliar dolar dengan janji penciptaan 7.500 lapangan kerja bergaji rata-rata 56.000 dolar per tahun. Gubernur Georgia, Brian Kemp, menyebut proyek ini bagian dari visinya menjadikan Georgia sebagai “ibu kota mobilitas listrik Amerika.”
Namun, Rivian tetap harus memenuhi target tenaga kerja untuk bisa menikmati insentif penuh. Saat ini pemerintah negara bagian sudah mengucurkan 175 juta dolar untuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur.
Modal dari Volkswagen & Pinjaman Pemerintah AS
Sempat kesulitan keuangan pada 2024 hingga menunda pembangunan, Rivian kembali bernafas setelah Volkswagen berinvestasi 5,8 miliar dolar untuk kerja sama teknologi. Selain itu, pemerintahan Joe Biden tahun lalu menyetujui pinjaman 6,6 miliar dolar bagi Rivian untuk mendirikan pabrik Georgia.
Kontroversi Warga Lokal
Meski menjanjikan lapangan kerja, sebagian warga sekitar menolak pembangunan pabrik ini. Mereka khawatir lingkungan sekitar tercemar.
“Saya berencana pensiun dengan tenang di beranda rumah. Tapi malah proyek terbesar di Georgia dibangun tepat di sebelah saya,” keluh Eddie Clay, warga yang tinggal kurang dari 1 mil dari lokasi pabrik.
Persaingan Ketat Menanti
Selain menghadapi penolakan warga, Rivian juga dihantam beban tarif impor 2.000 dolar per kendaraan, kehilangan 140 juta dolar akibat berakhirnya program insentif pajak, hingga ancaman mobil listrik murah buatan China.
Meski demikian, Hoffman menegaskan Rivian tidak akan mundur.
“Kami yakin bisa bersaing dengan siapa pun. Jika diberi kesempatan, kami akan unggul,” tegasnya.
(AnT) (Electric Vehicles Rivian)









