Motor Donat dari Finlandia Mau Gantiin EV? Torsinya Gede, Bentuknya Unik, Ambisinya Lebih Gede Lagi
MOTORLISTRIK.COM, Las Vegas — Sobat Molis…. Dunia otomotif kembali dibuat bengong. Bukan karena mobil terbang atau AI yang bisa nyetir sambil bikin kopi, tapi karena sebuah perusahaan Finlandia bernama Donut Lab tiba-tiba muncul di panggung CES dengan sesuatu yang bentuknya… donat.
Bukan buat dimakan. Tapi buat dipasang di roda.
Motor Dalam Roda: Donat yang Bikin Torsi Meluap
CEO sekaligus co-founder Donut Lab, Marko Lehtimäki, dengan penuh percaya diri mengklaim motor dalam roda (in-wheel motor) mereka punya torsi dan kepadatan daya tertinggi per kilogram di dunia.
Versi 17 inci tersedia dalam tenaga 55 hingga 150 kW, dengan torsi hingga 885 lb-ft. Bobotnya? Cuma sekitar 21 kg. Jadi kecil-kecil cabe rawit, bukan donat gula biasa.
Motor dalam roda sebenarnya bukan ide baru. Sejak era Lohner-Porsche di awal abad ke-20, konsep ini sudah ada. Masalahnya? Sering mentok di tahap prototipe karena urusan kabel tegangan tinggi dan ketahanan menghadapi jalan berlubang yang lebih brutal dari komentar netizen.
Muncul Diam-Diam, Langsung Bawa Baterai Solid-State
Donut Lab tidak cuma bawa motor unik, tapi juga baterai solid-state dengan klaim yang bikin alis naik:
- 400 Wh per kilogram
- Isi penuh dalam 5 menit
- Hingga 100.000 siklus penggunaan
- Tahan cuaca ekstrem
- Kapasitas tetap 90% tanpa degradasi sel
Mereka mengklaim ini akan jadi baterai solid-state pertama di dunia dalam kendaraan produksi melalui motor listrik Verge TS Pro.
Motor Verge TS Pro dijadwalkan dikirim kuartal pertama, dengan waktu pengisian sekitar 10 menit, jarak tempuh 600 km, dan harga sekitar 30.000 dolar AS. Tidak murah, tapi juga bukan harga jet pribadi.
Dari Motor ke Mobil Sport Sampai Trailer Truk
Belum puas bikin motor, Donut Lab juga kolaborasi dengan perusahaan Inggris Longbow untuk menghadirkan mobil sport listrik Speedster dan Roadster.
Speedster edisi terbatas 150 unit dibanderol 114.000 dolar AS, sementara Roadster sekitar 80.000 dolar AS. Desainnya disebut punya sentuhan Porsche era 60-an, bagian belakang ala Lotus, dan sedikit aura Mazda MX-5 Miata. Jadi nostalgia, tapi listrik.
Mobil ini diklaim bisa melesat 0–62 mph dalam 3,5 detik dengan jarak tempuh sekitar 240 mil. Ringan juga, di bawah 2.000 pound untuk Speedster. Reservasi? Sudah tembus 1.000 unit, Speedster hampir sold out.
Belum selesai. Donut Lab juga masuk ke dunia truk lewat kerja sama dengan Ahola Transport. Targetnya? Melistriki trailer semi-truk.
Klaimnya tidak main-main: bisa menghemat lebih dari 54% konsumsi solar. Ide sederhananya, trailer membawa bobotnya sendiri secara elektrik, jadi kabin tidak perlu kerja rodi menarik semuanya.
Ambisi Besar, Jalan Masih Panjang
Secara konsep, Donut Lab seperti datang dari “mode senyap” langsung ke panggung global. Motor donat, baterai super cepat, mobil sport ringan, sampai trailer listrik.
Tentu saja, dunia otomotif sudah sering mendengar klaim besar yang akhirnya butuh waktu lama untuk benar-benar matang. Tantangan teknis, regulasi, produksi massal, semua masih menunggu pembuktian.
Namun satu hal pasti:
Kalau dulu donat identik dengan gula dan kalori, sekarang donat versi Finlandia ingin identik dengan torsi, efisiensi, dan masa depan EV.
Apakah benar bisa “mengganti EV” konvensional atau sekadar jadi sensasi CES? Waktu yang akan menjawab. Tapi untuk sekarang, industri otomotif jelas sedang melirik… ke arah donat.
(AnT) (foto Jim Motavalli)








