Panas! Perang Harga Mobil Listrik di China Bikin Pemerintah Naik Darah, Raksasa Otomotif Dipanggil ke Beijing
MOTORLISTRIK.COM, Beijing – Dunia otomotif China sedang bergejolak! Perang harga mobil listrik yang makin brutal membuat pemerintah gerah dan geram! Diskon besar-besaran yang dilakukan para pabrikan membuat pasar kacau balau, hingga akhirnya petinggi industri mobil listrik dipanggil langsung ke Beijing!
Pemicunya? Aksi gila-gilaan para produsen mobil yang berlomba-lomba banting harga. Sekali satu perusahaan memangkas harga, yang lain ikut-ikutan! Hasilnya? Kepanikan massal dan persaingan brutal yang memicu “tsunami diskon” di pasar mobil listrik.
“Asal satu produsen mobil memangkas harga secara agresif, yang lain langsung ikut-ikutan. Ini telah memicu kepanikan baru dalam perang harga mobil listrik,” — pernyataan tegas dari Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) seperti dikutip Paultan, Selasa (10/6/2025).
CAAM menyebut fenomena ini bisa merusak margin keuntungan, menghancurkan pasar, bahkan menurunkan standar keselamatan konsumen. Mereka memperingatkan: jangan ada yang jual di bawah harga produksi! Ini bukan sekadar persaingan sehat, tapi sudah mulai mengarah ke praktik monopoli yang membahayakan.
Sasaran teguran tidak lain adalah BYD, sang raksasa EV yang bulan Mei lalu memberikan diskon lebih dari 30% untuk salah satu modelnya. Efeknya? Kompetitor langsung panik dan ikut memangkas harga! Hanya dalam hitungan hari, harga-harga EV rontok bagai kartu domino.
Melihat kondisi makin kacau, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China pun turun tangan. Mereka mengancam akan menindak tegas praktik tidak sehat dan akan bekerja sama lintas lembaga untuk membenahi kekacauan pasar ini.
Di tengah drama ini, muncul suara bijak dari Li Shufu, CEO Geely. Menurutnya, pasar EV China sebenarnya tengah dicekik oleh kelebihan kapasitas produksi. Ia bahkan menyatakan Geely tidak akan membangun pabrik baru dalam waktu dekat karena akan memperkeruh situasi.
“Menambah fasilitas produksi saat ini justru akan memperburuk kondisi. Kita butuh keseimbangan, bukan ekspansi tanpa arah.” – Li Shufu, CEO Geely.
Puncaknya terjadi saat Geely menjual model EX5 dengan harga super murah di Thailand awal tahun ini. Harga yang ditawarkan dianggap tidak masuk akal, dan memicu spekulasi bahwa produsen mulai menjual di bawah harga pokok produksi.
Drama mobil listrik di China belum usai. Pemerintah sudah bicara. Pabrikan besar sudah dipanggil. Tapi apakah tsunami diskon akan berhenti? Atau justru makin menggila?
Pantau terus kisah panas dari jantung otomotif dunia. Karena ini bukan sekadar soal harga — ini soal masa depan industri mobil listrik global!
Jika Anda ingin visualisasi dalam bentuk gambar kartun yang menggambarkan adegan para CEO dipanggil ke Beijing atau suasana pasar otomotif yang kacau, saya bisa bantu buatkan juga. Mau?
(AnT)









