Presiden Prabowo Sibuk Bagi Gelar Pahlawan Nasional, PLN Nggak Mau Kalah: Bukan Pahlawan Perang, Tapi Pahlawan Energi dari Guru SMK
MOTORLISTRIK.COM, Medan — Kalau Presiden Prabowo Subianto lagi sibuk bagi-bagi gelar Pahlawan Nasional, PLN ternyata nggak mau kalah. Bedanya, yang satu kasih gelar, yang satu bikin pahlawan baru — tapi bukan pahlawan perang, melainkan pahlawan energi!
Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, PLN menunjukkan aksi nyata lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bukan sekadar upacara bendera dan nyanyi lagu perjuangan, PLN langsung tancap gas meluncurkan “Pelatihan dan Workshop Konversi Motor Listrik bagi Tenaga Pendidik SMK”.
Pesertanya? Bukan sembarangan. Ada 20 guru dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan yang ikut pelatihan ini.
Ya, mereka inilah calon pahlawan energi masa depan, yang siap bikin motor bensin pensiun dini dan diganti jadi motor listrik tanpa knalpot berisik.
“Kami ingin menyiapkan tenaga pendidik yang bisa menularkan ilmu konversi motor listrik ke para siswa. Jadi nanti dari sekolah pun bisa lahir inovator hijau,” kata perwakilan PLN dengan semangat setara tegangan tinggi.
Dari Pahlawan Nasional ke Pahlawan Energi Nasional
Kalau pahlawan zaman dulu berjuang lawan penjajah pakai bambu runcing, pahlawan masa kini berjuang lawan polusi pakai obeng listrik dan multimeter.
Kalau dulu teriak “Merdeka!”, sekarang teriaknya, “Cas dulu, bro, baterainya low!”
Bedanya lagi, pahlawan yang baru dapat gelar dari Presiden Prabowo dapat penghormatan di Istana.
Sementara para guru SMK ini, mungkin nggak dapat medali emas, tapi hasil karya mereka bisa nyetrum masa depan Indonesia.
PLN Siapkan Masa Depan yang Nggak Mati Lampu
Program ini juga jadi bukti kalau PLN nggak cuma urusan bayar tagihan dan nunggu tukang baca meter. Tapi serius menyiapkan masa depan yang lebih bersih, cerdas, dan berenergi terbarukan.
Guru-guru yang ikut pelatihan ini bakal jadi “superhero” lokal. Mereka bisa ngajarin murid-murid cara ubah motor jadul jadi motor listrik, alias bikin “Beat jadi Silent”. Nggak cuma irit, tapi juga bikin udara lebih sehat — dan tetangga nggak terganggu suara knalpot brong lagi.
Pantun Biar Nggak Tegang
Ke Medan naik kereta malam,
Di stasiun beli durian sekilo.
Kalau PLN bikin pahlawan zaman sekarang,
Bukan bawa senjata, tapi bawa charger kilo-watt-nya kilo-kilo!
Jadi kalau Presiden Prabowo bagi gelar untuk pahlawan masa lalu, PLN dengan gayanya yang lebih futuristik justru mencetak pahlawan masa depan — yang bukan cuma menerangi negeri, tapi juga ngecas harapan bangsa.
Karena di tangan guru-guru SMK inilah, masa depan kendaraan listrik Indonesia bisa “nyala terus, tanpa drama padam mendadak!”
(AnT)









