2018 BMW C Evolution: Skuter Listrik Premium dengan Cita Rasa Masa Depan
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – BMW Motorrad dikenal dengan motor premium, tapi pada 2018 mereka ikut terjun ke dunia kendaraan listrik lewat C Evolution, sebuah maxi-scooter full electric. Saat itu, motor ini jadi salah satu pelopor di segmennya.
Dengan baterai 94 Ah yang sama seperti BMW i3, motor ini menawarkan daya 48 hp dan torsi instan 72 Nm. Hasilnya, akselerasi 0–50 km/jam hanya butuh sekitar 2,8 detik.
BMW mengklaim jarak tempuhnya bisa sampai 160 km sekali cas, tapi kenyataannya di jalanan perkotaan biasanya hanya sekitar 100 km atau kurang.
Review Rider: First Ride Experience
YouTuber otomotif The Missenden Flyer pernah mencoba langsung C Evolution. Sebagai rider yang terbiasa dengan skuter konvensional, ia mengaku terkesan dengan sensasi baru yang ditawarkan motor listrik ini.
“Saya beruntung bisa mencoba beberapa skuter dalam setahun terakhir, dan semakin paham betapa praktisnya mereka untuk transportasi perkotaan. Kali ini saya mencoba skuter listrik BMW C Evolution. Apakah sudut elektrik ini menambah nilai praktis dan fun dalam berkendara? Ternyata iya,” – The Missenden Flyer.
Menurutnya, motor ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal rasa berbeda yang membuat pengalaman berkendara jadi lebih tenang dan futuristis.
Desain dan Teknologi
Dari luar, C Evolution tampil futuristis. Bobotnya memang besar, mencapai 275 kg, tapi BMW menanamkan banyak teknologi penunjang seperti ABS, traction control, mode berkendara, hingga fitur mundur (reverse assist).
Ada empat mode berkendara:
- Dynamic → tenaga penuh + regen kuat.
- Road → seimbang untuk harian.
- Sail → meluncur bebas tanpa regen, enak untuk gaya santai.
- Eco Pro → hemat energi, tapi tenaga dibatasi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Akselerasi instan, sangat halus dan senyap.
- Fitur lengkap ala motor premium.
- Nyaman untuk city ride, praktis untuk komuter harian.
Kekurangan:
- Harga tinggi saat rilis (sekitar USD 13.750, lebih mahal dari skuter bensin BMW C 650 GT).
- Bobot berat, sulit untuk pengendara pemula atau di manuver pelan.
- Jarak tempuh nyata tidak sesuai klaim.
- Waktu isi ulang masih lama (3,5–9 jam, tergantung sumber listrik).
Suara dari Pengendara
“Walau berat, motor ini justru terasa lincah begitu melaju. Yang bikin beda adalah tenaganya keluar instan dan tanpa suara bising. Rasanya futuristis banget,” – BMW Blog.
Bagaimana dengan Negara Lain?
Saat 2018, pasar skuter listrik masih terbatas. Eropa jadi pasar utama karena dukungan infrastruktur charger yang mulai berkembang, khususnya di Jerman, Prancis, dan Spanyol.
- Spanyol: BMW sempat menguji coba C Evolution untuk armada polisi kota Barcelona.
- Prancis & Jerman: digunakan sebagai commuter eksklusif, tapi penjualannya masih niche karena harga tinggi.
- Asia: C Evolution jarang masuk resmi, karena pasarnya lebih memilih skuter listrik ringan seperti Yadea atau Niu yang lebih murah dan praktis.
Kesimpulan
BMW C Evolution (2018) adalah skuter listrik yang terasa seperti datang dari masa depan. Cocok untuk mereka yang ingin gaya hidup hijau sekaligus premium. Namun, bobot berat, harga mahal, dan keterbatasan jarak tempuh membuatnya lebih pas untuk kalangan urban enthusiast di kota besar Eropa ketimbang solusi massal di Asia.
YouTuber The Missenden Flyer menutup review-nya dengan nada positif, meski tetap realistis. Skuter ini memang belum sempurna, tapi jadi jembatan penting menuju era mobilitas listrik yang kini makin ramai dengan hadirnya penerus seperti BMW CE 04.
(AnT) (foto bmw)









