25 Warga Cirebon Gagal Kerja di Proyek Pabrik Mobil Listrik, Terlantar 3 Hari di Subang! Jalan Kaki 30 KM Demi Bertahan Hidup
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – CIREBON, Sebuah tragedi kemanusiaan kembali mengguncang tanah air. Sebanyak 25 warga Kabupaten Cirebon menjadi korban janji manis pekerjaan di proyek pembangunan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Namun bukannya mendapat pekerjaan, mereka justru terlantar, kelaparan, dan harus berjalan kaki puluhan kilometer demi bertahan hidup!
Peristiwa memilukan ini bermula dari tawaran kerja yang datang dari seorang warga negara China, yang menjanjikan pekerjaan bagi 30 orang di proyek ambisius tersebut. Namun di tengah jalan, jumlah kebutuhan tenaga kerja secara sepihak dikurangi menjadi 25 orang. Ironisnya, yang akhirnya benar-benar diterima hanya tiga orang!
Lebih menyayat hati, tiga orang yang sempat direkrut pun memilih mundur secara sukarela karena rasa solidaritas terhadap rekan-rekan mereka yang ditolak. Mereka memutuskan untuk tetap bersama rombongan, walaupun itu berarti meninggalkan satu-satunya kesempatan kerja yang mereka miliki.
“Ini sangat memilukan. Biasanya kami menangani pekerja yang terlantar di luar negeri, tetapi ini terjadi di dalam negeri,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, dengan nada getir saat memberi keterangan pada Selasa.
Menurut Hilmy, para korban kemudian ditelantarkan di lokasi proyek. Tak diberi makan, tak diberi uang, dan yang lebih parah—tak punya akses untuk pulang ke kampung halaman mereka di Cirebon. Beberapa dari mereka bahkan berjalan kaki sejauh 30 kilometer! Dengan tubuh lelah dan tanpa bekal, mereka akhirnya ditolong oleh warga sekitar dan diantar ke pusat Kabupaten Subang.
Namun drama belum selesai di sana. Sesampainya di pusat kota, mereka kembali terlantar. Tidak ada sanak keluarga, tidak ada kenalan. Hanya harapan tipis dan sisa tenaga yang menemani mereka. Kejadian ini baru mendapat perhatian setelah viral di media sosial, dan para korban diarahkan oleh kepolisian ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang.
Aksi cepat tanggap pun langsung dilakukan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinsos Kabupaten Subang, dan Dinsos Kabupaten Cirebon langsung turun tangan. Kepala Dinsos Cirebon, Indra Fitriani, mengungkapkan pihaknya mendapat laporan Selasa pagi pukul 07.36 WIB, dan segera mengirim empat kendaraan dan delapan petugas gabungan untuk menjemput para korban.
“Lima orang lainnya sudah lebih dulu pulang ke Cirebon menumpang truk. Yang lainnya kita jemput hari ini,” ujar Indra.
Setibanya di Cirebon, para korban disambut langsung di Kantor Dinsos dan langsung diserahkan ke keluarga dan pemerintah desa masing-masing. Mereka juga menerima bantuan transportasi sebesar Rp500 ribu per orang dari Pemprov Jabar, serta pendampingan psikologis dan sosial lebih lanjut.
Tiga hari mereka terlantar. Tiga hari mereka berjuang hidup. Kini, mereka telah kembali ke rumah. Namun luka batin dan trauma dari peristiwa memilukan ini tak bisa hilang begitu saja. Apa yang mereka alami menjadi pengingat keras bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja lokal harus diperkuat, bahkan ketika mereka mencari penghidupan di dalam negeri sendiri.
(AnT)









