Bukan Cuma Drone, Iran Ternyata Punya “Mobil Perang” Pintar ala Tesla
MOTORLISTRIK, Teheran – Kalau selama ini Iran dikenal jago bikin drone sampai bikin negara tetangga susah tidur, kini negara Timur Tengah itu bikin gebrakan baru: mobil tempur tanpa awak. Namanya mungkin manis, Twin, tapi jangan salah—fungsi utamanya bukan antar jemput anak sekolah, melainkan ngintai dan nembak.
Twin adalah kendaraan tempur otonom alias Combat UGV (Unmanned Ground Vehicle) yang dikembangkan dari teknologi Tesla, tapi jelas ini bukan varian Elon Musk yang bisa karaokean atau main TikTok sambil nyetir. Twin punya misi yang lebih… meledak-ledak.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, Twin sudah dibekali AI alias kecerdasan buatan. Artinya, kendaraan ini bisa jalan sendiri, berpikir sendiri, dan kalau perlu—serang target sendiri. Gagal move on saja berbahaya, apalagi kalau ada UGV galak dengan AI dan senapan mesin di jalanan.
Gak Cuma Canggih, Tapi Juga Seram
Belum banyak bocoran soal spesifikasi teknisnya, tapi kabarnya Twin dibekali penggerak 6×6 yang siap menghadapi medan perang berbatu, berlumpur, bahkan hati yang beku. Twin bisa dipasangi senapan mesin, peluncur rudal anti-tank, dan mungkin… alarm pencuri kalau disalahgunakan.
Iran bahkan sedang mengintegrasikan kendaraan ini ke dalam sistem perang gabungan, bareng kendaraan bawah tanah THeMIS dan stasiun senjata otomatis Adder DM. Kombinasi ini bukan cuma bikin tentara musuh keringat dingin, tapi juga bisa memperkuat pasukan yang terdesak di wilayah urban dan pedalaman.
Teknologi, Tapi Gaya Iran
Walau belum ada tanggal rilis resmi seperti launching ponsel terbaru, satu hal sudah pasti: Iran ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar negara produsen drone, tapi juga pemain serius dalam panggung robot militer global. Ini juga jadi bukti bahwa “mobil” bikinan Iran sekarang gak cuma bisa nyalain mesin, tapi juga nyalain konflik.
Kalau Twin ini dijual bebas (untungnya tidak), bisa jadi bikin lalu lintas makin menegangkan. Bayangin lagi macet, lalu ada UGV AI lewat sambil ngintip dan nenteng peluncur rudal. Jelas bukan momen yang bisa diselesaikan dengan klakson panjang.
(foto istimewa)









