Bukan Motor Biasa! Royal Enfield Flying Flea: Retro di Luar, Canggih di Dalam
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sementara perhatian kita selama ini tertuju pada Royal Enfield yang sibuk melebarkan sayap lini motor 650 cc-nya, diam-diam mereka lagi masak sesuatu yang beda banget. Kenalin nih, Flying Flea—brand motor listrik baru yang masih satu “darah biru” dengan Royal Enfield.
Yup, mirip seperti yang Harley-Davidson lakukan dengan LiveWire, Royal Enfield juga memutuskan buat bikin Flying Flea sebagai merek tersendiri, bukan cuma model baru di bawah nama Royal Enfield. Motor perdananya? Flying Flea C6, tampil klasik dan elegan. Lalu bakal disusul oleh versi scrambler, Flying Flea S6.
Nama yang Bukan Asal-asalan
Pecinta sejarah motor pasti langsung familiar dengan nama Flying Flea. Ini adalah nama dari motor Royal Enfield 125 cc super ringan yang dipakai selama Perang Dunia II. Saking ringannya, motor ini bisa dijatuhkan bareng pasukan parasut. Nggak heran kalau logo Flying Flea yang sekarang ada gambar parasutnya.
Flying Flea versi listrik ini memang nggak dilempar dari pesawat, tapi tetap mengusung semangat “ringan, gesit, dan tangguh untuk misi jarak pendek.”
Desain: Klasik Tapi Tetap Kekinian
Flying Flea S6 mengambil inspirasi visual dari pendahulunya yang legendaris. Fork girder klasik dari versi WWII kini hadir dalam versi modern dari aluminium tempa. Rangkanya juga dari aluminium, sedangkan casing baterainya pakai magnesium—bahan super ringan yang biasa dipakai di dunia balap.
Siluetnya ramping dan elegan. “Tangki” bahan bakar palsu di atas bukan cuma tempelan biar kelihatan kayak motor bensin, tapi jadi bagian penting dari desain yang menyatukan sasis dan powertrain. Detail seperti sirip di baterai dan spakbor yang melengkung ketat bener-bener bikin motor ini punya vibes Royal Enfield sejati—klasik tapi nggak ketinggalan zaman.
Teknologi Dalam Balutan Retro
Jangan salah sangka karena tampilannya klasik. Flying Flea ini penuh teknologi canggih. Mulai dari lampu LED mungil dengan housing hitam-krom, sampai badge Royal Enfield yang terpasang manis di sisi motor. Ini bukan motor listrik yang kelihatan kayak rice cooker.
Royal Enfield bahkan ngaku sudah mendaftarkan 28 paten dalam 6 bulan terakhir untuk platform ini! Semua otak motor—dari software, kontrol, sampai antarmuka digital—dikembangkan sendiri, bukan hasil beli jadi dari vendor lain.
Motor ini dikendalikan lewat layar sentuh bulat, dan dilengkapi fitur-fitur seperti:
- Mode berkendara yang bisa diatur
- ABS onboard
- Konektivitas lengkap
- Update sistem lewat over-the-air
Spesifikasi? Masih Misteri
Sampai saat ini belum ada detail soal tenaga, jarak tempuh, atau bobotnya. Tapi karena posisinya sebagai motor untuk harian di perkotaan, sepertinya angka-angkanya nggak bakal bikin shock. Yang jelas, Royal Enfield dikenal selalu ngasih produk yang terjangkau, kuat, dan punya karakter, jadi harapan kita cukup tinggi di sini.
Flying Flea bukan sekadar nostalgia, tapi sinyal bahwa Royal Enfield siap main serius di dunia motor listrik—dengan gayanya sendiri.
Buat kamu yang selama ini mikir motor listrik itu kaku, Flying Flea mungkin bakal jadi motor yang mengubah pandanganmu. Siapa sangka masa depan bisa sekeren ini?
(AnT) (gambar: bikeexif)









