Di Tengah Badai Boikot Global, Tesla Malah Mengejutkan Dunia! Mobil Listrik Mewah Ini Resmi Mengaspal di Arab Saudi
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Riyadh, Setelah drama politik yang bikin tegang, akhirnya Tesla resmi jualan mobil listrik di Arab Saudi! Tapi, jangan salah, debut mereka nggak semulus jalan tol! Ada tantangan super ekstrem yang siap menghadang!
Bayangin aja, di jalan utama sepanjang 900 km antara Riyadh dan Mekah, NOL stasiun pengisian daya! Gimana mau ngecas, bro?! Ini bukan main-main, ini tantangan serius buat Tesla!
Penjualan Mobil Listrik? Masih Recehan!
Data dari analis Telemetry, Sam Abuelsamid, bikin kita melongo! Penjualan mobil listrik di Arab Saudi tahun lalu cuma 2.000 unit! Bahkan kalah sama penjualan harian Tesla! Wow, ini pasar yang super duper kecil!
Drama Politik Elon Musk dan Arab Saudi!
Ternyata, Tesla sempat kesulitan masuk Arab Saudi gara-gara perselisihan antara Elon Musk dan Public Investment Fund (PIF). Tapi, sekarang hubungan mereka udah membaik! Apalagi, Elon Musk aktif banget di kampanye Presiden AS Donald Trump.
“Banyak pebisnis yang berpikir bagaimana memposisikan perusahaan mereka menjelang kunjungan Presiden Trump ke Teluk,” ujar Robert Mogielnicki, seorang sarjana senior di Arab Gulf States Institute di Washington.
“Saya menduga Tesla ingin menancapkan benderanya kuat-kuat di pasar Saudi sebelum kunjungan Presiden Trump dan kemudian mencoba memanfaatkan momentum setelahnya,” tambahnya.
Tantangan Ekstrem: Cuaca Panas dan Minim Infrastruktur!
Selain minimnya stasiun pengisian daya, Tesla juga harus menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi! Suhu bisa mencapai 50 derajat Celsius, bikin baterai mobil listrik cepat habis!
Data dari Statista dan Electromaps juga menunjukkan, Arab Saudi cuma punya 101 stasiun pengisian daya, kalah jauh dari Uni Emirat Arab (UEA) yang punya 261 stasiun! Padahal, populasi UEA cuma sepertiga dari Arab Saudi!
“Saya pikir pengisian daya mungkin menjadi salah satu, jika bukan yang utama, poin kekhawatiran,” kata Carlos Montenegro, General Manager BYD di Arab Saudi.
“Saya banyak mengemudi, rata-rata lebih dari 50.000 km per tahun. Saya khawatir EV tidak akan cocok untuk itu,” ujar Fahd Abdulrahman, seorang warga Saudi.
Riyadh Nggak Mau Kalah! Target Ambisius!
Meskipun banyak tantangan, Riyadh punya rencana super ambisius! Mereka targetkan 30 persen adopsi mobil listrik pada tahun 2030! Mereka juga akan bangun 5.000 stasiun pengisian daya!
Intinya:
- Tesla akhirnya masuk Arab Saudi, tapi menghadapi tantangan infrastruktur dan cuaca ekstrem.
- Pasar mobil listrik di Arab Saudi masih sangat kecil.
- Ada drama politik di balik layar antara Elon Musk dan Arab Saudi.
- Riyadh punya target ambisius untuk adopsi mobil listrik.
Jadi, apakah Tesla bisa menaklukkan tantangan di Arab Saudi? Kita tunggu aja drama selanjutnya!
(AnT) (gambar ilustrasi)









