Dulu Dianggap Segmentasi Kecil, Kini Jadi Primadona: Helm Hijab Dari Dipandang Sebelah Mata Kini Jadi Bintang Jalanan
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta — Sobat Molis….. Siapa sangka, item yang dulu dianggap “segmen khusus” kini berubah jadi primadona? Helm hijab mendadak naik kelas. Bukan cuma jadi perbincangan komunitas, tapi sudah menembus headline media otomotif nasional.
Media seperti Otorider bahkan memasukkan helm hijab dalam daftar berita populer otomotif pekan ini. Artinya, ini bukan tren kecil, melainkan arus besar.
Dari Keluhan ke Peluang Bisnis
Selama bertahun-tahun, pengendara motor berhijab menghadapi dilema klasik: helm terasa sempit karena volume hijab, cepol atau ikatan rambut mengganggu kenyamanan, ventilasi kurang maksimal, serta harus memilih antara aman atau praktis.
Pasar lama seolah menganggap ini masalah minor. Kini kondisinya berubah. Brand-brand helm mulai serius menggarap segmen ini.
Beberapa produk yang ramai dibicarakan antara lain MDS Magna yang disebut memiliki ruang belakang lebih lega untuk hijab tebal, GM Venus yang diklaim dirancang khusus untuk hijabers dengan desain ergonomis, serta Cargloss YRH Hijab yang tampil stylish dengan pilihan warna feminin dan kerap dipamerkan di berbagai event otomotif.
Media seperti GridOto dan Kumparan ikut mengulas rekomendasi helm ramah hijab ini, mulai dari fitur, kenyamanan, hingga harga.
Fashion atau Fungsi?
Perdebatan pun muncul. Sebagian netizen memuji inovasi ini sebagai langkah inklusif industri otomotif. Mereka menilai kebutuhan perempuan berhijab akhirnya mendapat perhatian serius.
Namun ada pula yang menyindir bahwa inovasi ini sekadar strategi pemasaran dengan label baru. Pertanyaan yang ramai dibahas meliputi apakah desainnya benar-benar berbeda signifikan, apakah sudah memenuhi standar keselamatan seperti SNI, dan apakah harga menjadi lebih mahal karena segmentasi khusus.
Mayoritas produk yang beredar tetap mengikuti standar keselamatan nasional. Perbedaannya lebih banyak pada ruang interior, desain padding, serta fleksibilitas penggunaan bagi pemakai hijab.
Potensi Pasar yang Tak Bisa Diabaikan
Secara bisnis, segmen ini sangat menjanjikan. Indonesia memiliki populasi perempuan berhijab besar dan pengguna sepeda motor aktif dalam jumlah tinggi. Kombinasi ini menjadikan pasar helm hijab potensial dan berkelanjutan.
Produsen mulai menghadirkan varian warna yang lebih beragam, desain ringan untuk penggunaan harian, hingga model half-face yang praktis namun tetap memperhatikan kenyamanan pengguna berhijab.
Drama yang Mungkin Terjadi ke Depan
Pengamat industri memprediksi tren ini bisa berkembang lebih jauh, termasuk pengembangan helm modular khusus hijab, sistem ventilasi yang lebih optimal untuk mengurangi panas akibat lapisan kain, hingga kolaborasi dengan brand fashion muslim.
Bukan tidak mungkin pula figur publik dan influencer hijab akan dilibatkan sebagai duta produk untuk memperkuat penetrasi pasar.
Helm hijab hari ini bukan sekadar produk tambahan. Ia mencerminkan perubahan arah industri yang mulai melihat kebutuhan perempuan secara lebih spesifik. Keselamatan dan gaya tidak lagi dipertentangkan, dan ceruk pasar yang dulu dianggap kecil kini menjadi peluang besar.
Apakah ini tren sesaat atau awal era baru helm yang lebih personal dan inklusif, waktu yang akan menjawab.
(AnT)








