Hyundai IONIQ 3 Resmi Dibuka! Harga Mulai Rp400 Jutaan, Jarak Tempuh Tembus 495 Km
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Sobat Molis….. Hyundai mulai membuka pesanan mobil listrik terbarunya, IONIQ 3, untuk pasar Inggris dan sejumlah negara Eropa. Menariknya, mobil listrik kompak ini ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, mulai sekitar Rp400 jutaan.
IONIQ 3 merupakan mobil listrik entry-level terbaru Hyundai sekaligus menjadi model paling kecil dalam keluarga IONIQ. Mobil ini hadir sebagai hatchback listrik yang menyasar konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli mobil berukuran besar.
Di Inggris, Hyundai IONIQ 3 ditawarkan mulai £22.245 atau sekitar US$30.000 untuk varian Advance dengan baterai 42 kWh.
Jika ingin baterai lebih besar, konsumen bisa memilih baterai 61 kWh yang dibanderol mulai £25.745 atau sekitar US$35.000.
Untuk pasar Inggris, IONIQ 3 tersedia dalam empat pilihan trim, yakni Advance, Premium, Ultimate, dan N Line Evo.
Varian dengan baterai 42 kWh mampu menempuh jarak hingga 213 mil atau sekitar 343 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Sementara versi baterai 61 kWh diklaim mampu melaju hingga 308 mil atau sekitar 496 kilometer dalam sekali pengisian.
Jadi, dengan harga mulai Rp400 jutaan, mobil ini bukan cuma menawarkan desain mungil, tetapi juga jarak tempuh yang cukup jauh untuk penggunaan harian.
Dari sisi desain, IONIQ 3 membawa bahasa desain baru Hyundai yang disebut Art of Steel. Mobil ini menggunakan bentuk Aero Hatch yang dirancang untuk menghasilkan aerodinamika lebih baik.
Hyundai mengklaim IONIQ 3 memiliki koefisien hambatan udara hanya 0,263. Ukurannya juga cukup kompak, dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta jarak sumbu roda 2.680 mm.
Meski bodinya kecil, Hyundai tetap memberikan ruang penyimpanan yang cukup praktis. Salah satunya adalah kompartemen bawah lantai yang disebut Megabox.
Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter. Angka ini membuat IONIQ 3 cukup menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik mungil tetapi tetap praktis.
Yang tidak kalah menarik, IONIQ 3 menjadi mobil Hyundai pertama di Inggris dan Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect.
Sistem tersebut berbasis Android Automotive OS dan menawarkan pengalaman yang lebih mirip smartphone. Pengguna dapat mengatur tampilan layar serta menggunakan berbagai aplikasi.
Mobil ini juga dibekali Hyundai Digital Key 2, Plug & Charge, perencana rute kendaraan listrik, serta fitur Vehicle-to-Load atau V2L yang memungkinkan baterai mobil digunakan untuk memasok listrik ke perangkat lain.
Untuk pengisian daya, IONIQ 3 menggunakan arsitektur 400V. Hyundai menyebut baterai standar dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam sekitar 29 menit menggunakan pengisian cepat DC.
Sementara baterai 61 kWh membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk pengisian dari 10 persen hingga 80 persen.
Harga di Eropa juga cukup menarik.
Di Belanda, Hyundai IONIQ 3 dibanderol mulai €27.995 atau sekitar US$32.000. Sementara di Jerman, harganya mulai €28.950 atau sekitar US$33.000.
Di Jerman, Hyundai bahkan menawarkan skema sewa dengan harga mulai €209 per bulan.
IONIQ 3 akan mulai masuk showroom pada akhir September 2026. Produksinya sendiri sudah dimulai di pabrik Hyundai di Izmit, Turki, dengan kapasitas awal sekitar 30.000 unit per tahun.
Hyundai juga menyebut respons konsumen terhadap IONIQ 3 sangat tinggi. Perusahaan sebelumnya mengatakan mobil ini mendapatkan tingkat minat pelanggan tertinggi yang pernah tercatat untuk sebuah model baru Hyundai.
Namun, ada satu kabar yang mungkin bikin calon pembeli di Amerika Serikat kecewa.
IONIQ 3 memang dirancang dan diproduksi untuk pasar Eropa sehingga belum menjadi bagian dari jajaran Hyundai di Amerika Serikat.
Di sisi lain, Hyundai tetap menawarkan IONIQ 5 untuk pasar AS, sementara saudara satu grupnya, Kia, juga menyiapkan EV3 untuk pasar Amerika.
Dengan harga mulai sekitar Rp400 jutaan, jarak tempuh hampir 500 kilometer, desain kompak, dan fitur teknologi yang cukup lengkap, IONIQ 3 berpotensi menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian di pasar Eropa.
Mobil listrik kecil, harga lebih masuk akal, tapi jaraknya jauh. Kalau masuk Indonesia, kira-kira bakal laris nggak?
(ant) (foto Hyundai)








