Isi Daya Mobil Listrik di Rumah Cuma Seharga Segelas Kopi? Murahnya Beda Tipis Sama Gorengan Sekampung, Tapi Jangan Ngarep Secepat SPBU — Pasang Charger Sekali Nangis, Habis Itu Tenang
MOTORLISTRIK.COM, London — Sobat Molis….. Di tengah perdebatan panjang soal kendaraan listrik alias EV, satu fakta mulai bikin banyak pemilik mobil bensin mengernyitkan dahi: biaya isi daya di rumah ternyata bisa semurah camilan sore.
Pasar EV sendiri sedang melaju kencang. Penjualan naik hampir 24 persen tahun lalu, membuktikan bahwa makin banyak orang yang mulai melirik kendaraan tanpa knalpot ini. Namun pertanyaan klasik tetap muncul: “Memangnya murah? Ribet nggak ngecasnya?”
Jawabannya: tergantung. Tapi kalau di rumah dan pakai tarif listrik yang tepat, hasilnya bisa bikin dompet tersenyum.
Biaya Isi Daya: Beda Tipis Sama Harga Gorengan Sekampung
Dengan tarif listrik ramah EV sekitar 7p per kWh, pemilik mobil listrik di Inggris bisa membayar kurang dari £2 untuk setiap 100 mil perjalanan. Bandingkan dengan mobil bensin yang bisa menghabiskan sekitar £14 untuk jarak yang sama.
Artinya?
Isi daya di rumah bisa tujuh kali lebih murah dibanding isi bensin. Tidak ada bau solar, tidak ada tangan belepotan, tidak ada drama “kenapa nozzle nggak klik-klik”.
Dan bonusnya: tiap pagi baterai sudah penuh. Tinggal cabut kabel, jalan.
Tapi Jangan Ngarep Secepat SPBU
Di rumah, pengisian daya memang lebih santai. Wallbox rumahan umumnya punya daya 3.6 kW, 7 kW, atau 11 kW. Idealnya 7 kW supaya semalaman cukup untuk isi ulang.
Contohnya:
- Tesla Model 3 butuh sekitar 8–12 jam dengan charger 7 kW.
- Porsche Taycan bisa ngebut sampai 320 kW di charger publik super cepat, isi 10–80 persen cuma 18 menit. Tapi kalau di rumah pakai 7 kW? Siap-siap 12 jam.
Colok di stopkontak tiga pin biasa? Bisa. Tapi Taycan bisa merenung lebih dari 30 jam sampai penuh. Darurat boleh, rutin jangan.
Biaya Pasang Charger: Sekali Nangis, Habis Itu Tenang
Harga charger rumahan berkisar £600–£700. Biaya instalasi tambahan sekitar £300 jika pemasangan tergolong sederhana.
Merek seperti Andersen EV, Hypervolt, dan Ohme dikenal punya reputasi baik. Kabar baiknya, charger tidak perlu diganti tiap ganti mobil.
Kalau pintar, Anda bisa dapat paket bundling dari produsen mobil atau pemasok listrik. Kadang charger “diselipkan” dalam paket pembelian EV. Lumayan, kan?
Charger Publik: Di Sini Dompet Bisa Agak Tersedak
Masalahnya muncul kalau terlalu sering ngecas di luar rumah. Tarif charger publik bisa 60–90p per kWh.
Ambil contoh Volvo EX30 dengan baterai 69 kWh. Jika isi penuh di charger 89p per kWh, biayanya sekitar £61.41. Jarak tempuhnya 200–250 mil.
Tiba-tiba terasa seperti isi bensin lagi.
Namun ada solusi. Beberapa jaringan seperti Ionity menawarkan langganan bulanan. Bayar £10.50 per bulan, tarif turun jadi 46p per kWh. Lebih masuk akal.
Alternatif murah juga ada: charger lampu jalan dengan tarif mulai 40p per kWh, terutama tengah malam sampai jam 7 pagi. Isi penuh EX30 saat jam murah bisa turun ke sekitar £28.
Bisa Pakai Panel Surya? Bisa Dong
EV bisa diisi menggunakan panel surya. Memang tidak super cepat, tapi sangat mungkin.
Lebih maksimal lagi kalau rumah punya baterai penyimpanan. Panel surya isi baterai siang hari, malamnya daya dipakai untuk ngecas mobil. Rasanya seperti punya SPBU pribadi tenaga matahari.
Ada Hibah? Ada!
Pemerintah Inggris menyediakan hibah £350 untuk pemasangan charger rumah, khusus untuk penghuni apartemen atau penyewa dengan parkir off-street. Ada juga skema untuk bisnis melalui Workplace Charging Scheme, hingga £350 per soket.
Lumayan untuk mengurangi rasa perih saat bayar instalasi.
Jadi Mahal atau Tidak?
Kalau rutin ngecas di rumah dengan tarif murah, EV bisa jauh lebih hemat daripada mobil bensin atau diesel. Tapi kalau terlalu sering bergantung pada charger publik mahal, ceritanya bisa berbeda.
Intinya sederhana:
EV itu seperti langganan streaming. Murah kalau pakai paket yang tepat, bisa mahal kalau asal klik tanpa cek tarif.
Setelah terbiasa bangun pagi dengan baterai penuh dan biaya perjalanan setara harga kopi, banyak pemilik EV mengaku satu hal:
“Kenapa nggak dari dulu?”
(AnT) (gambar istimewa)








