Mercedes-Benz G-Class Listrik: Gagah di Brosur, Loyo di Pasaran
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – STUTTGART, Siapa sangka ikon SUV legendaris yang biasanya garang di segala medan justru megap-megap saat ganti napas jadi listrik? Mercedes-Benz G-Class vers elektrik, alias G580, yang diluncurkan dengan segala kemewahan dan janji masa depan ramah lingkungan, justru bikin para eksekutif internal Mercedes gigit jari.
Dalam wawancara dengan surat kabar Handelsblatt yang dikutip oleh media Australia, seorang eksekutif Mercedes-Benz yang tidak disebutkan namanya terang-terangan menyebut penjualan G580 sebagai “benar-benar gagal.” Kalau sudah petinggi yang ngomong gitu, artinya bukan cuma lemas—tapi nyaris koma.
Diluncurkan April 2024 lalu, G580 hanya laku 1.450 unit di Eropa. Tapi yang bikin kening makin berkerut, di China—pasar mobil terbesar dunia—mobil ini cuma laku 58 unit. Iya, betul. Lima puluh delapan. Jumlah yang mungkin masih lebih banyak dari jumlah orang yang upload foto makan siang di Instagram tiap hari.
Seorang manajer Mercedes lainnya coba ngeles dengan bilang, “Ini model khusus, jumlah produksinya memang kecil.” Tapi melihat angka penjualannya, kita bisa tanya balik: kecil karena memang direncanakan kecil, atau kecil karena nggak laku?
Yang lebih menyesakkan dada bagi Mercedes, nasib G580 ini ternyata bukan satu-satunya kegagalan. Saudara-saudara listriknya, seperti EQE dan EQS, juga nggak berhasil menyalakan semangat konsumen seperti yang diharapkan.
Kini Mercedes dikabarkan sedang mengevaluasi kemungkinan menghadirkan versi G-Class yang lebih kecil dan mungkin lebih “masuk akal.” Karena mungkin, yang bikin konsumen mundur bukan cuma harga, tapi juga kenyataan bahwa G-Class kehilangan soul-nya ketika suara “vroom-vroom” diganti jadi “hmmm-hmmm.”
Sebagai gambaran, sejak G580 diluncurkan di Australia bulan lalu, total penjualannya cuma 156 unit hingga akhir Mei 2025. Itu cuma kurang dari dua persen dari total penjualan Mercedes-Benz di Australia tahun ini. Bahkan jika G580 dibekali fitur anti gempa dan bisa bikin kopi, konsumen tampaknya tetap bilang: “Skip dulu deh.”
Spesifikasi Mercedes-Benz G580 Electric (G-Class EV)
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Motor Listrik | 4 motor listrik (satu di tiap roda) |
| Tenaga Maksimal | 579 hp (horsepower) |
| Torsi | 1.164 Nm |
| 0–100 km/jam | Sekitar 4,7 detik |
| Kapasitas Baterai | 116 kWh |
| Jarak Tempuh | ± 473 km (WLTP) |
| Sistem Penggerak | All-Wheel Drive (AWD) |
| Ground Clearance | 250 mm |
| Kemampuan Off-Road | Sudut datang 32°, sudut pergi 35,7° |
| Fitur Khusus | G-Turn (berputar di tempat ala tank), G-Steering |
| Harga (Perkiraan) | Mulai dari €142.000 (± Rp2,5 miliar) |
Catatan penting: Semua fitur ini luar biasa di atas kertas, tapi tetap saja tidak cukup ampuh untuk menggoda dompet para penggemar SUV G-Class sejati—yang mungkin masih lebih suka suara raungan V8 ketimbang dengungan motor listrik yang sunyi senyap.
Moral cerita kali ini: mobil listrik keren, tapi harus tahu diri. Apalagi kalau pakai nama besar “G-Class”—ekspektasi pasar gak bisa di-charge semudah baterainya.
(AnT)( foto Mercedes-Benz)









