Mobil Listrik Ori Buatan PT Teknologi Militer Indonesia
MOTORLISTRIK.COM, Tangerang — Dunia otomotif nasional mendadak heboh! PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), perusahaan di bawah naungan Yayasan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), meluncurkan mobil listrik revolusioner bertajuk i2C atau Indigenous Indonesian Car. Bukan mobil rebranding, bukan impian kosong seperti proyek-proyek masa lalu—ini disebut sebagai mobil listrik hasil karya asli anak bangsa!
i2C diperkenalkan untuk pertama kalinya secara publik di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, dalam bentuk model konsep skala penuh yang langsung mencuri perhatian pengunjung dan pelaku industri otomotif.
“Kami rancang dari nol, bukan rebadge! Desain dan hak intelektualnya milik Indonesia!” tegas Budi Wurasqito, Advisor Desain TMI, di lokasi pameran.
Bukan Mobil Nasional, Tapi “Mobil Asli Indonesia”
Berbeda dari proyek-proyek sebelumnya seperti Esemka yang menimbulkan trauma publik karena dugaan rebadge dari merek China, TMI menolak menyebut i2C sebagai “mobil nasional”. Mereka memilih istilah “Mobil Asli Indonesia”, dengan menekankan orisinalitas desain dan semangat kemandirian teknologi.
“Kami ingin masyarakat tahu, ini bukan hasil tempelan merek luar. Kami bangun dari kertas kosong,” kata Budi.
i2C lahir lewat kolaborasi antara TMI dan perguruan tinggi top seperti ITB, UI, dan ITS, serta perusahaan desain otomotif dunia asal Italia, Italdesign.
Siap Diproduksi, Target Harga di Bawah Rp500 Juta!
CEO TMI, Harsusanto, mengungkap bahwa proyek ini sudah berjalan kurang dari satu tahun dan ditargetkan masuk produksi massal paling lambat tahun 2028. Harga jualnya? Dibidik di bawah Rp500 juta!
Strategi utamanya adalah efisiensi melalui penggunaan library desain dari mitra teknologi, agar komponen tidak perlu diciptakan dari nol dan dapat diproduksi secara lokal.
“Kita cari desain yang bisa dibuat di Indonesia, agar tidak perlu impor besar-besaran,” ujar Harsusanto.
Dari Militer ke Mobil Listrik: Transformasi Besar TMI
Selama ini TMI dikenal lewat produk teknologi pertahanan seperti Combat Management System. Tapi kini, mereka menantang pasar otomotif lewat i2C—mobil listrik yang digadang-gadang sebagai produk kebanggaan baru Indonesia.
Namun, Harsusanto mengingatkan bahwa proyek sebesar ini butuh dukungan politik jangka panjang agar tidak kandas seperti proyek-proyek mobil nasional sebelumnya.
“Kalau ini gagal, bukan karena kami tidak bisa. Tapi karena dukungan politiknya tidak konsisten,” tegasnya.
i2C mungkin bukan mobil nasional seperti yang pernah dijanjikan. Tapi kalau semua janji ini ditepati, Indonesia bisa benar-benar punya mobil listrik karya sendiri yang siap bersaing di panggung dunia. Tunggu tanggal mainnya!
(AnT) (foto istimewa)









