VW Siap Guyur Eropa dengan Mobil Listrik Murah Mulai Rp400 Jutaan
MOTORLISTRIK.COM, Munich – Dua hari sebelum pameran otomotif internasional IAA Mobility 2025 resmi dibuka di Jerman, Volkswagen Group sudah lebih dulu mencuri perhatian. Pada Minggu (7/9), raksasa otomotif asal Wolfsburg ini memamerkan empat mobil listrik terbaru dari merek VW, Škoda, dan Cupra yang akan mulai masuk pasar mulai tahun depan.
Salah satunya adalah VW ID Polo, hatchback listrik yang siap dijual dengan harga terjangkau, yakni mulai di bawah €25.000 (sekitar Rp430 juta).
“Ada fokus yang jelas pada e-mobility,” ujar CEO Volkswagen, Oliver Blume, saat acara pra-premiere di stan VW pada ajang IAA.
Masih Setengah Tertutup
Keempat model baru itu masih tampil dengan kamuflase ringan atau versi konsep. Debut dunia sesungguhnya dari ID Polo dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026, dengan penjualan dimulai di paruh kedua tahun yang sama.
Semua model kembarannya akan diproduksi di Spanyol demi efisiensi biaya. Menariknya, VW juga sudah menyiapkan model yang lebih murah lagi, dengan nama kerja ID Every1 yang diperkirakan dibanderol sekitar €20.000 (Rp345 juta) pada tahun 2027. Mobil ini akan menjadi penerus VW Up yang sudah disuntik mati pada 2023, dan diproduksi di Portugal.
Target: Segmen Murah, Pasar Luas
Strategi ini bukan tanpa alasan. VW butuh meningkatkan pangsa mobil listrik di portofolionya agar lolos dari aturan ketat Uni Eropa soal emisi CO2. Jika gagal, denda besar sudah menanti.
Saat ini, penjualan mobil listrik VW menunjukkan tren naik. Pada paruh pertama 2025, 11% dari total penjualan grup adalah mobil listrik, naik 47% dibanding tahun lalu. Bahkan di Eropa, pertumbuhan pengiriman EV VW melonjak hampir 90%.
Menurut data internal, VW masih memimpin pasar mobil listrik di Eropa dengan pangsa 28%. Secara global, hampir 466.000 mobil listrik terjual dari Januari hingga Juli 2025, dari total 4,41 juta unit yang dikirim.
ID Polo: Kecil, Ringkas, Bertenaga
Model ID Polo yang ditampilkan ini merupakan versi produksi dari konsep ID 2all yang sempat diperkenalkan dua setengah tahun lalu. Dimensinya mirip Polo bermesin bensin, dengan panjang 4,05 meter.
VW menjanjikan jangkauan hingga 450 km untuk varian baterai besar. Ada juga varian GTI bertenaga 226 hp (sekitar 266 tenaga kuda listrik). Namun, versi paling murah €25.000 akan menggunakan baterai lebih kecil dengan jarak tempuh lebih pendek.
“Akhirnya mobil ini punya nama yang jelas lagi,” kata Thomas Schäfer, bos merek VW, menjelaskan soal strategi penamaan baru yang kini lebih mirip lini bensin, seperti ID Polo dan ID Cross (setara dengan T-Cross).
Bagaimana dengan Negara Lain?
Langkah VW menghadirkan EV murah ini juga bisa dilihat sebagai respon terhadap produsen mobil China yang agresif masuk ke Eropa dengan model murah seperti BYD Dolphin atau MG4.
- China: Jadi pusat EV dunia, dengan model berharga miring dan teknologi baterai yang kompetitif. Produsen lokal seperti BYD dan NIO menguasai pasar domestik sekaligus ekspor ke Eropa.
- AS: Produsen seperti Tesla dan GM fokus ke model mid-high range. Harga EV entry-level di AS masih jarang berada di bawah $30.000.
- Eropa: VW mencoba menyeimbangkan pasar dengan memproduksi EV lebih terjangkau untuk masyarakat luas, sekaligus menjaga dominasi dari gempuran merek Asia.
Dengan ID Polo dan rencana menghadirkan ID Every1, VW jelas ingin memimpin segmen mobil listrik murah di Eropa. Strategi ini bisa jadi kunci agar konsumen kelas menengah punya lebih banyak pilihan EV, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Langkah VW ini juga memperlihatkan bahwa perang mobil listrik tak hanya soal teknologi, tapi juga soal harga.
(AnT) (foto vw)









