Uni Eropa Dorong Mobil Listrik! Rencana Baru Bakal Permudah Pembelian & Produksi
MOTORLISTRIK.COM, Jakarta – Brussels, Uni Eropa siap tancap gas dalam mendorong elektrifikasi kendaraan. Pada 5 Maret 2025, Komisi Eropa akan mengumumkan rencana aksi baru untuk mempercepat penggunaan mobil listrik di seluruh kawasan.
Tujuannya:
- Meningkatkan penjualan mobil listrik
- Memastikan produsen Eropa tetap bersaing dengan Cina & AS
- Menerapkan syarat komponen lokal dalam produksi baterai
Mobil Listrik Masih Sulit Laris? Ini Solusi Uni Eropa
Meski mobil listrik makin populer, penjualannya di Uni Eropa justru turun 5,9% pada 2024. Menurut Asosiasi Produsen Kendaraan Uni Eropa (ACEA), ada dua penyebab utama:
- Kurangnya infrastruktur pengisian daya
- Harga mobil listrik masih terlalu mahal
Bahkan, langkah Jerman menghentikan subsidi kendaraan listrik membuat permintaan makin merosot. Situasi ini mendorong Komisi Eropa mencari solusi agar mobil listrik lebih terjangkau dan lebih mudah digunakan.
“Daripada menciptakan ketidakpastian, rencana ini harus fokus pada solusi nyata untuk mempercepat elektrifikasi dan memperkuat industri baterai di Eropa,” – Direktur Kendaraan Listrik T&E.
Insentif & Bebas Pajak! Mobil Listrik Bakal Lebih Murah?
Salah satu langkah Komisi Eropa adalah mendorong insentif pembelian mobil listrik dan mencari cara membantu pendanaannya.
Komisi juga mengusulkan kendaraan listrik bebas pajak jalan, tol, dan biaya lingkungan. Artinya, memiliki mobil listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih hemat biaya.
Produksi Baterai Wajib Pakai Komponen Lokal
Tantangan terbesar industri otomotif Eropa adalah harga baterai yang mahal. Saat ini, baterai mencakup 30-40% dari total harga mobil listrik.
Untuk mengatasinya, Komisi akan menerapkan aturan ketat soal komponen lokal dalam produksi baterai. Ini juga termasuk insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik baterai di Uni Eropa.
“Kami akan meningkatkan syarat komponen lokal dalam sel baterai dan suku cadang kendaraan listrik yang dijual di Uni Eropa,” – Dokumen Komisi Eropa.
Produsen Mobil Kepepet, Minta Keringanan Emisi
Selain menghadapi tantangan harga, produsen mobil Eropa juga harus berhadapan dengan tarif impor AS serta aturan ketat soal batas emisi.
Peraturan yang akan berlaku mulai 2025 ini dinilai memberatkan banyak pabrikan. Beberapa kelompok lobi, seperti ANFIA (Italia), bahkan mendesak agar aturan ini dibatalkan.
Namun, kelompok penelitian kendaraan listrik T&E justru menilai peraturan ini penting untuk masa depan Eropa.
“Aturan batas emisi harus tetap diterapkan! Ini langkah utama supaya Eropa tidak kalah dari Cina dalam perlombaan elektrifikasi.” – Direktur T&E. (Ant)





